Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 14.38 WIB

Keamanan Bahan Pangan Jadi Prioritas SPPG Jatinegara 01 Sukseskan Program MBG

Suasana dapur SPPG Jatinegara 01, Jakarta Timur/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Suasana dapur SPPG Jatinegara 01, Jakarta Timur/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatinegara 01 sudah berjalan setengah tahun sejak Maret 2025. Selama enam bulan, layanan di SPPG ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat.

“Dan kita sekarang itu penerima manfaat kita di 3.960. Itu sudah termasuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan anak sekolah,” jelas Kepala SPPG Jatinegara 01, Tommy Afoan kepada Jawapos.com, Selasa (30/9).

Sejumlah 15 sekolah juga masuk dalam cakupan distribusi makanan bergizi, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA di wilayah Jatinegara. Meski sempat menemui kendala bahan baku pada awal pelaksanaan, kini di SPPG Jatinegara 01 berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Tapi setelah itu sudah tidak ada lagi. Sampai sekarang Alhamdulillah sudah hampir 6 bulan ini semuanya sudah lancar-lancar aja sih,” tambahnya.

Sebanyak 50 relawan bahu-membahu setiap hari di SPPG Jatinegara 01 untuk memastikan makanan bergizi sampai ke ribuan penerima manfaat. Proses pengolahan dimulai sejak sore hari hingga dini hari.

“Bahan baku biasanya datang jam 4 sore, nanti jam 6 habis maghrib itu tim pengolahan sudah mulai, nanti chefnya datang sekitar jam 2 dini hari tinggal masak,” ungkapnya.

Kepala SPPG Jatinegara 01, Tommy Afoan/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

Keamanan pangan menjadi prioritas utama SPPG Jatinegara 01 dalam menjalankan program MBG. Dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, semua proses mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Memang SOP-SOP ini memang sudah dibuat oleh BGN dan memang sudah ada dan itu bagus. Hanya sekarang tinggal penerapannya saja,” kata Tommy.

Ia menjelaskan, mulai dari bahan baku datang hingga pengolahan, semua diperiksa ketat. “Kalau misalkan kita lihat bahan baku sudah tidak bagus, kembalikan saja ke suppliernya. Setelah itu kalau sudah ter-filter masuk ke ruangan kita, cek suhunya terus setelah itu masuk ke bagian pengolahan,” jelasnya.

Tes Organoleptik Sebelum Pendistribusian

Lebih lanjut, Tommy mengatakan, setiap makanan MBG wajib melewati tes organoleptik sebelum didistribusikan ke sekolah. Adapun indikator tes meliputi rasa, tekstur, serta bau.

“Jadi, sebelum makanan itu sampai, itu screening sudah kita lakukan bertahap. Jadi, screening pertama yang kami lakukan adalah di dapur itu sendiri. Jadi, kita mencoba rasa, tekstur, dan bau,” jelas Tommy.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah bukanlah “kelinci percobaan”. Pasalnya, sebelum makanan dikirim kepada siswa atau penerima manfaat lainnya, para relawan dan pengurus dapur mencicipinya terlebih dahulu.

"Jadi ini yang harus diluruskan bahwa kita itu sama-sama tidak menginginkan (hal buruk terjadi) bahwa program ini kan tujuannya untuk membantu, mensejahterakan anak-anak kita untuk gizi. Terus kita juga tidak mau rekan-rekan guru yang membantu itu dijadikan korban,” tegasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore