Petugas SPPGPalmerah menyiapkan menu Makanan Bergizi Gratis di SPPG Palmerah, Slipi, Jakarta, Senin (06/1/2025). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan kerja besar-besaran bagi para chef untuk bergabung di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut ada sekitar 60 ribu chef yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di seluruh Indonesia.
“Selama ini kebijakan kita, seluruh dapur itu karyawannya harus orang lokal. Nah terpaksa kita harus impor (rekrut) nih nanti kalau chef. Makanya kita buka peluang untuk para chef silahkan mendaftar,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).
Menurut dia, saat ini ada 30 ribu dapur SPPG yang membutuhkan chef. Karena dalam satu dapur SPPG wajib terdapat dua chef bersertifikat sesuai aturan baru, maka total kebutuhan mencapai 60 ribu orang. “Nah, ini bisa dari tidak harus dari lokal,” jelasnya.
Nanik menambahkan, keberadaan chef sangat penting untuk memastikan kualitas masakan di dapur MBG. Pasalnya, memasak dalam jumlah besar membutuhkan teknik khusus, mulai dari pengaturan suhu hingga pemilihan bahan makanan.
“Dalam masak jumlah banyak itu perlu ada teknik-teknik. Suhunya harus sekian. Ini kalau nyuci sayur harus dicuci dulu pakai air garam supaya tidak ada ulet. Lalu kalau memasak itu gorengnya harus suhunya sekian. Nah, di sekian itu ada aturannya, ada tekniknya gitu,” terang Nanik.
Dia mencontohkan di salah satu desa di Madiun. Ada dapur SPPG yang mempekerjakan mantan chef hotel berbintang maupun rumah makan, sehingga kualitas pengolahan makanan lebih terjaga.
"Chef ini akan dibuka, bisa jadi dari teman mungkin di Sumatera lagi nggak punya kerjaan. Chef di sana bisa mendaftar ini di Jawa, bisa mendaftar ke seluruh dapur-dapur MBG,” katanya.
Meski begitu, peran ibu-ibu lokal tetap dibutuhkan sebagai helper (pembantu chef), yakni membantu tugas pemotongan bahan hingga menggoreng. Namun, keputusan utama di dapur tetap berada di tangan chef.
“Kalau ibu-ibu yang lokal itu namanya helper. Helper itu tadi ada yang motong, ada yang nanti bantu goreng-goreng. Tapi penentunya pimpinan dapurnya itu harus chef,” tegas Nanik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
