Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 17.07 WIB

Selalu Dinanti Setiap Siang, MBG di SMPN 25 Kota Tangerang Dinilai Bantu Semangat Belajar Siswa

Halaman SMPN 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Halaman SMPN 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Menjelang tengah hari, halaman SMPN 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten sudah terasa terik. Pada setiap ruang kelas, sebagian siswa tampak sibuk belajar, ada juga yang bercanda sembari menunggu detik-detik bel istirahat.

Sejurus kemudian, suara bel yang dinanti akhirnya tiba. Koordinator setiap kelas tampak berbaris rapi menunggu giliran mengambil jatah ompreng makan bergizi gratis (MBG).

Di antara mereka, Rozan Zaidan, siswa kelas 9 tampak riang. Baginya, makan siang gratis di sekolah bukan hanya soal kenyang, tapi juga tambahan energi untuk menjaga kebugaran.

"Tambah semangat sih," katanya kepada Jawapos.com, Rabu (24/9).

Tak jauh darinya, Adinda Nashumaharani, teman sekelas Rozan, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku tubuhnya terasa lebih bertenaga sejak program MBG hadir di sekolah. “Manfaat yang saya dapat, saya jadi merasa lebih bersemangat, lebih berenergi. Karena makanan diukur sesuai kebutuhan nutrisi anak SMP,” ungkapnya.

Adinda yang bercita-cita menjadi akuntan itu percaya bahwa asupan gizi yang cukup sangat penting untuk mendukung prestasi belajar. Ia berharap program ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga terus dievaluasi. “Semoga lebih baik lagi, dan yang kemarin ada berita-berita buruk semoga dievaluasi,” tambahnya.

Rozan Zaidan dan Adinda Nashumaharani, siswa kelas 9 SMPN 25 Kota Tangerang, Banten mengaku senang dengan adanya program MBG yang digagas Presiden Prabowo di sekolahnya. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

Sejak 19 Agustus lalu, seluruh siswa SMPN 25 Larangan—total 960 anak—mendapat manfaat program MBG. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Roma, menegaskan bahwa pelaksanaannya berjalan lancar. “Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala, tidak ada keluhan dari anak-anak maupun orang tua. Justru banyak yang merasa terbantu,” jelasnya.

Roma menuturkan, sekitar 40 persen siswa di sekolah ini berasal dari keluarga menengah ke bawah. Kehadiran MBG menjadi penopang yang sangat berarti. “Anak-anak terbantu sekali. Pulangnya jam tiga, jadi dengan adanya MBG ini mereka bisa bertahan, tetap semangat sampai sore,” katanya.

Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore