
Halaman SMPN 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Menjelang tengah hari, halaman SMPN 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten sudah terasa terik. Pada setiap ruang kelas, sebagian siswa tampak sibuk belajar, ada juga yang bercanda sembari menunggu detik-detik bel istirahat.
Sejurus kemudian, suara bel yang dinanti akhirnya tiba. Koordinator setiap kelas tampak berbaris rapi menunggu giliran mengambil jatah ompreng makan bergizi gratis (MBG).
Di antara mereka, Rozan Zaidan, siswa kelas 9 tampak riang. Baginya, makan siang gratis di sekolah bukan hanya soal kenyang, tapi juga tambahan energi untuk menjaga kebugaran.
"Tambah semangat sih," katanya kepada Jawapos.com, Rabu (24/9).
Tak jauh darinya, Adinda Nashumaharani, teman sekelas Rozan, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku tubuhnya terasa lebih bertenaga sejak program MBG hadir di sekolah. “Manfaat yang saya dapat, saya jadi merasa lebih bersemangat, lebih berenergi. Karena makanan diukur sesuai kebutuhan nutrisi anak SMP,” ungkapnya.
Adinda yang bercita-cita menjadi akuntan itu percaya bahwa asupan gizi yang cukup sangat penting untuk mendukung prestasi belajar. Ia berharap program ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga terus dievaluasi. “Semoga lebih baik lagi, dan yang kemarin ada berita-berita buruk semoga dievaluasi,” tambahnya.
Rozan Zaidan dan Adinda Nashumaharani, siswa kelas 9 SMPN 25 Kota Tangerang, Banten mengaku senang dengan adanya program MBG yang digagas Presiden Prabowo di sekolahnya. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
Sejak 19 Agustus lalu, seluruh siswa SMPN 25 Larangan—total 960 anak—mendapat manfaat program MBG. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Roma, menegaskan bahwa pelaksanaannya berjalan lancar. “Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala, tidak ada keluhan dari anak-anak maupun orang tua. Justru banyak yang merasa terbantu,” jelasnya.
Roma menuturkan, sekitar 40 persen siswa di sekolah ini berasal dari keluarga menengah ke bawah. Kehadiran MBG menjadi penopang yang sangat berarti. “Anak-anak terbantu sekali. Pulangnya jam tiga, jadi dengan adanya MBG ini mereka bisa bertahan, tetap semangat sampai sore,” katanya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
