Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 23.15 WIB

MBG Bawa Semangat Baru di SD Larangan 01 Tangerang

Suasana pagi di SD Larangan 01, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Suasana pagi di SD Larangan 01, Kota Tangerang, Banten/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com — Suasana pagi di SD Larangan 01, Kota Tangerang, Banten, terasa berbeda sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai bergulir sebulan terakhir. Begitu bel masuk berbunyi, anak-anak tampak bersemangat menanti jam istirahat. Beberapa bahkan datang ke sekolah dengan perut sengaja dikosongkan, agar bisa menikmati menu MBG yang sudah mereka nantikan.

“Alhamdulillah selama lima minggu ini berjalan baik, lancar dari pendistribusiannya. Antusias anak-anak juga cukup bagus, ya. Ketika awal kita sampaikan mau ada MBG di sekolah, mereka sudah senang,” ujar PIC MBG SD Larangan 01 Tangerang, Ahmad Safari Firdaus kepada Jawapos.com, Rabu (24/9).

Sekolah yang memiliki total 537 siswa ini menjadi salah satu penerima manfaat MBG di Kecamatan Larangan. Ahmad menjelaskan, sistem pembagian makanan disesuaikan dengan tiga sesi belajar. Sesi pertama sudah mulai menerima kiriman sejak pukul 07.30, sehingga anak-anak bisa langsung menikmatinya saat jam istirahat.

“Memang ada anak yang sudah sarapan di rumah, tapi tetap saja dimakan juga. Ada juga yang sengaja nggak sarapan supaya bisa sarapan MBG di sekolah,” tambah Ahmad sambil tersenyum.

Ruang kelas yang biasanya penuh dengan deretan buku kini juga dihiasi suara riuh anak-anak yang membuka kotak makan (ompreng) mereka. Tak jarang terdengar celoteh polos, “Pak, enak banget!” atau “Besok menunya bisa ini, Pak?” Bahkan beberapa siswa menuliskan permintaan menu di secarik kertas kecil lalu diselipkan di wadah makan.

Ahmad mengakui, para guru mendapat tambahan tugas setelah jam makan usai, yakni merapikan kembali wadah atau ompreng agar tetap aman. Namun hal itu bukan menjadi kendala berarti. “Semuanya terdistribusi dengan baik, baik sesi pertama, kedua, maupun ketiga,” jelasnya.

Dampak positif dari MBG terasa langsung, baik bagi siswa maupun orang tua. Anak-anak lebih bersemangat belajar, sementara orang tua merasa terbantu karena tak lagi repot menyiapkan sarapan atau memberi uang jajan lebih. “Dari segi materi juga hemat, karena sudah dapat makan MBG,” kata Ahmad.

PIC MBG SD Larangan 01 Tangerang, Ahmad Safari Firdaus dengan paket sajian MBG. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

Selama pelaksanaan, sekolah tidak menemukan kendala serius. Tidak pernah ada kasus keracunan atau gangguan kesehatan. Hanya soal selera yang berbeda-beda di kalangan anak-anak. Ahmad berharap ke depan variasi menu bisa lebih beragam, tanpa mengurangi nilai gizi yang terkandung.

“Secara keseluruhan karena ini program pemerintah, kita harus dukung sepenuhnya. Harapannya ke depan lebih baik lagi, baik dari segi distribusi maupun mekanisme pelaksanaan,” pungkas Ahmad.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore