Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 17.44 WIB

Dewan Pers Serius Adakan Uji Kompetensi Wartawan, Dipicu Turunnya Indeks Kemerdekaan Pers Nasional

Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto (kanan) dan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kominfo Kemenko Polkam RI Marsekal Pertama TNI Arifien Sjahrir (kiri) (Tumpal Andani Aritonang/ANTARA) - Image

Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto (kanan) dan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kominfo Kemenko Polkam RI Marsekal Pertama TNI Arifien Sjahrir (kiri) (Tumpal Andani Aritonang/ANTARA)

JawaPos.com – Dewan Pers dikabarkan akan segera mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto setelah menghadiri kegiatan forum koordinasi dan sinkronisasi peningkatan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (18/9).

Dikutip dari situs berita ANTARA dan laman resmi Dewan Pers, Totok berharap melalui UKW, kualitas wartawan di daerah dapat semakin meningkat.

“Melalui UKW, kami berharap kualitas wartawan semakin baik. UKW berperan membuat kualifikasi wartawan di daerah semakin meningkat,” kata Totok.

Kegiatan forum koordinasi dan sinkronisasi peningkatan IPK nasional tersebut digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Totok lalu menjelaskan bahwa UKW dalam konsep jurnalistik merupakan jenjang profesional dengan mengikuti tahapan pendidikan yang menguji kompetensi wartawan.

“Bekerja profesional, objektif, independen, dan tetap memegang teguh kode etik jurnalistik,” jelas Totok.

Totok juga menambahkan bahwa setidaknya ada sembilan informan ahli kemerdekaan pers di Kalsel yang terdiri dari pemerintah, wartawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga umum dalam pelaksanaan UKW.

“Kita (Dewan Pers) ambil dari berbagai lapisan supaya tetap objektif dan independen. Nanti November 2025 bakal kita launching,” tambah Totok.

Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Nasional diketahui turun dalam dua tahun terakhir dengan 71,57 poin menjadi 69,36 poin.

Meskipun masih dalam kategori “Cukup Bebas”, Dewan Pers mengatakan bahwa angka tersebut mendekati batas yang harus diwaspadai.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pers di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Perlu komitmen bersama agar kebebasan pers tetap terjaga,” tegas Totok.***

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore