
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Harapan hidup sejahtera di negeri orang berakhir tragis bagi banyak pekerja migran asal Indonesia di Kamboja.
Tak sedikit dari mereka yang berangkat ke Kamboja dengan tubuh sehat dan semangat mencari penghidupan, justru pulang tinggal nama.
Ada yang dipulangkan dalam peti mati, ada pula yang kembali dengan kondisi cacat setelah mengalami penyiksaan.
Kisah pilu ini diungkapkan oleh Miss Yuni dalam sebuah podcast bersama Arie Untung. Ia menuturkan, fenomena “demam Kamboja” di kalangan anak muda kini semakin marak karena media sosial.
Tawaran pekerjaan di negara itu begitu menggiurkan karena diceritakan orang tanpa konteks yang penuh. Mulai dari gaji dalam bentuk USD, fasilitas AC, uang makan, uang lembur, hingga tempat tinggal yang disebut-sebut nyaman.
“Dalam pikiran anak muda, semua itu terlihat keren dan cepat membuat mereka bisa flexing,” ungkapnya.
Menurut Yuni, memang banyak pekerja yang saat berangkat sempat merasakan fasilitas mewah, seperti menginap di hotel dan dijemput mobil mewah. Namun, hanya berselang beberapa minggu, kabar dari mereka menghilang.
“Tiba-tiba keluarga mereka mendapat telepon untuk menebus anak-anaknya. Ada yang dipukul, disetrum, bahkan disiksa hingga meninggal dunia,” ujarnya.
Fakta di lapangan menunjukkan, perekrutan tenaga kerja ini kerap dilakukan dengan visa turis. Tidak ada MoU (nota kesepahaman) resmi antara Indonesia dan Kamboja terkait pekerja migran.
Konjen RI di Kamboja pun sudah berkali-kali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok lowongan kerja di media sosial.
“Iklan-iklan yang viral di TikTok atau Facebook itu benar-benar menjerat anak-anak muda kita. Mereka terbuai janji manis, padahal pekerjaan yang dijanjikan tidak jelas,” kata Yuni.
Kondisi ini bukan cerita belaka. Yuni mengaku menyaksikan langsung proses pemulangan jenazah korban dari Kamboja ke Indonesia.
Bahkan, pada tahun 2022, ia menggunakan dana pribadi untuk memulangkan beberapa orang yang terjebak di negara tersebut.
“Saya merasa terpanggil. Meski mereka bukan keluarga saya, insting saya mengatakan seandainya itu saudara sendiri, tentu saya akan berbuat sesuatu. Janji saya pada diri sendiri, hasil YouTube saya akan saya gunakan membantu orang-orang yang membutuhkan,” tuturnya.
Namun, yang membuat miris, beberapa orang yang pernah diselamatkan justru kembali berangkat ke Kamboja.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
