Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 21.09 WIB

Tidak Hanya Terima Zakat, Unit Pengumpul Zakat Bisa Ikut dalam MBG, Jadi Penyedia Lauk dan Sayuran

Siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Jakarta menerima layanan Makan Bergizi Gratis dari pemerintah. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tidak hanya jadi tempat membayar zakat. Tetapi juga ikut terlibat dalam program strategis pemerintah. Salah satunya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah bergulir sekarang.

Dorongan tersebut disampaikan pimpinan Baznas bidang pendistribusian Saidah Sakwan di Bogor (9/9). Dia mengatakan saat ini sudah ada pengakuan dari negara terhadap dana zakat serta dana sosial keagamaan lainnya di dalam kebijakan nasional. “Alhamdulillah, zakat kini masuk dalam RPJP dan RPJMN sebagai bagian dari keuangan sosial syariah," katanya.

Untuk itu dana zakat termasuk keberadaan UPZ didorong untuk lebih bermakna dan bermanfaat di masyarakat. Dia menekankan dana zakat tidak diperlakukan sebagai keuangan negara. Tetapi sebagai keuangan syariah. Sehingga zakat tetap aman secara syariah namun memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.

Dia mengatakan UPZ bisa terlihat dalam MBG. Apalagi ada UPZ yang mempunyai lumbung pangan dan balai ternak. Sehingga bisa ikut terlibat dalam ekosistem MBG. Khususnya dalam penyediaan lauk dan sayuran. Kemudian UPZ di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) berfokus pada ekosistem pangan berbasis hasil riset pertanian, peternakan, dan perikanan. "Banyak pula UPZ lain yang mengembangkan balai ternak dan program pangan di wilayah masing-masing," katanya.

Dalam program MBG, lanjut Saidah, UPZ Baznas diminta berperan aktif atau terlibat dalam ekosistemnya. Bahkan keterlibatannya bukan hanya menyediakan makanan. "UPZ dapat menjadi penyedia bahan pokok melalui binaan UMKM. Seperti telur, ikan, susu, beras, atau sayur-mayur yang dibutuhkan program tersebut," katanya.

Dengan cara ini, zakat tidak hanya mendukung gizi anak sekolah. Tetapi juga memperkuat akses pasar bagi mustahik binaan.

Kemudian dalam bidang pendidikan, lanjut Saidah, mayoritas UPZ telah menjalankan program beasiswa dan dukungan biaya pendidikan. Dia berharap setiap UPZ dapat menyelesaikan persoalan pendidikan di wilayahnya. Program seperti Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) bisa direplikasi oleh UPZ sesuai kebutuhan lokal. Seperti yang dilakukan UPZ BSI dengan BSI Scholarship yang menjangkau ribuan penerima di seluruh Indonesia.

Di sektor kesehatan, Saidah mengatakan kontribusi UPZ Baznas sudah terlihat dalam penanganan stunting, layanan ambulans, dan pembangunan fasilitas kesehatan. Saat ini, mereka juga tengah menyiapkan Kapal Klinik untuk melayani masyarakat di daerah perbatasan, termasuk Sangihe dan Talaud. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore