Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah) memberikan keterangan pers kepada media di Jakarta (12/8). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menuai sorotan publik setelah fotonya bermain domino bersama Azis Wellang, seorang yang pernah berstatus tersangka dalam kasus pembalakan liar, beredar luas di media sosial. Aksi tersebut memantik perhatian publik.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai, sikap tersebut tidak etis. Karena memberi kesan Menteri Kehutanan justru membela pihak yang pernah berhadapan dengan hukum.
Boyamin menegaskan, seorang pejabat publik seharusnya menjaga jarak dengan pihak yang memiliki rekam jejak kasus hukum, apalagi terkait isu pembalakan liar yang menjadi perhatian serius publik.
“Mestinya Menhut hindari melakukan pertemuan dengan orang yang pernah jadi tersangka oleh Penyidik Gakkum Kehutanan karena apapun tidak etis dan terkesan Menhut mentoleransi pembalakan liar,” kata Boyamin kepada JawaPos.com, Minggu (7/9).
Ia menambahkan, meski Azis Wellang telah memenangkan gugatan praperadilan sehingga status tersangkanya gugur, hal itu tidak lantas menghapus persepsi publik terhadap kasus yang menjeratnya.
“Bahwa AW telah menang praperadilan dan status tersangka gugur, namun tidak semestinya Menhut bertemu dengan AW karena ini bisa berpengaruh terhadap jajaran penyidik Gakkum Kemenhut,” tegas Boyamin.
Menurutnya, pertemuan Menhut Raja Juli dengan Azis Wellang bisa menimbulkan bias dan tekanan psikologis bagi penyidik di lapangan. Apalagi jika di kemudian hari muncul dugaan keterkaitan kembali Azis dengan peristiwa pembalakan liar.
“Hal ini terkesan Menhut justru berada pada pihak yang diduga pelaku pembalakan liar,” urainya.
Menhut Raja Juli Antoni telah memberikan klarifikasi terkait kabar dirinya terlihat bermain domino bersama salah seorang tersangka pembalakan liar. Dalam pernyataannya, Raja Juli menegaskan dirinya tidak mengenal sosok yang belakangan diketahui bernama Azis Wellang.
Raja Juli mengklaim, awalnya dirinya hanya ingin bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.
Namun, sebelum meninggalkan lokasi, ia sempat diajak untuk bergabung dengan beberapa orang yang sedang bermain domino di ruang tamu.
“Di ruang tamu ramai sekali orang. Beberapa orang lainnya sedang bermain domino. Mas Menteri Karding dan saya diajak ikut main. Setelah dua kali putaran, saya pamit pulang kepada Mas Menteri Karding dan banyak orang yang ada di ruang tamu tersebut,” tegas Raja Juli, Sabtu (6/9).
Raja Juli mengklaim, dirinya sama sekali tidak mengenal dua orang pemain lainnya. Ia juga mengklaim, tak ada pembicaraan kasus apapun saat permainan berjalan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
