Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 00.29 WIB

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kerusuhan di RS Polri, Ada yang Harus Operasi Kepala hingga Transplantasi Ginjal

Presiden Prabowo Subianto memberi keterangan usai menjenguk korban kerusuhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Ferlynda Putri/Jawa Pos) - Image

Presiden Prabowo Subianto memberi keterangan usai menjenguk korban kerusuhan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Ferlynda Putri/Jawa Pos)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (1/9) mengunjungi korban kerusuhan demonstrasi di Jakarta yang dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Ada 17 orang yang masih dirawat di rumah sakit tersebut, terdiri dari aparat kepolisian dan warga sipil.

“(Salah satu korban) adalah perempuan yang mau ke pasar naik motor. Dipatahkan pahanya dan motornya diambil oleh yang katanya para demonstran atau apa. Yang jelas ini perusuh,” kata Prabowo usai mengunjungi korban didampingi Kapolri Listyo Sigit.

Hingga hari ini, RS Polri Kramat Jati merawat 43 orang korban kerusuhan demonstrasi. Sebagian besar sudah pulang. Dari 17 yang dirawat, tiga diantaranya adalah sipil. Sisanya adalah aparat Kepolisian.

Prabowo dapat laporan jika mereka yang dirawat mengalami luka kepala hingga harus operasi tempurung. Ada juga aparat yang harus transplantasi ginjal karena mengalami penganiayaan.

Prabowo mengaku dapat laporan jika demonstran yang datang bertruk-truk dan ada yang membawa petasan besar. Banyak anggota kepolisian yang terkena petasan.

“Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya. Menurut saya memang sudah rusuh, niatnya membakar. Ditemukan truk isinya alat untuk membakar,” katanya.

Belum lagi ada gedung DPRD yang dibakar, membuatnya yakin bahwa aksi massa kali ini niatnya adalah bikin rusuh dan mengganggu kehidupan rakyat.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menuduh ada sekelompok orang yang terencana datang mau membakar atau merusak. Sehingga menciptakan amarah rakyat.

“Ini sedang diselidiki kalau ada kesalahan akan ditindak. Jangan lupa puluhan petugas yang berkorban,” ucapnya.

Menurut dia, polisi juga terkadang ada yang khilaf sehingga membuat kerusuhan sampai rakyat menjadi korban. Dia juga menekankan bahwa kepolisian sudah tindak tegas anggotanya yang keliru.

“Saya tidak ragu membela rakyat. Saya akan menghadapi mafia-mafia yang sekuat apapun,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Listyo juga mengomentari meninggalnya mahasiswa sebuah kampus swasta di Jogja Rheza Sendy Pratama yang diduga dikeroyok aparat. “Saat ini sedang dilaksanakan pendalaman meninggalnya karena apa,” ungkapnya.

Listyo menegaskan bahwa instansinya akan menangkap pelaku pembuat kerusuhan. Mereka yang terbukti maka akan diproses sesuai dengan aturan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore