
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia Angga Raka Prabowo. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Program Sekolah Rakyat. Hal ini merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial.
Program ini dipandang sebagai contoh nyata integrasi antara pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dibangun berdasarkan tiga prinsip utama yang diarahkan Presiden Prabowo, yaitu memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.
“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” ujarnya saat bertemu Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (27/8).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud integrasi lintas program pengentasan kemiskinan.
“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkapnya.
Agar pelaksanaannya optimal, Wamen Angga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur jaringan internet, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” tegasnya.
Selain itu, Komdigi juga akan memperkuat komunikasi publik melalui kanal digital agar manfaat Sekolah Rakyat dapat diketahui lebih luas.
“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tutur Wamen Angga.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail menegaskan lima bentuk dukungan digitalisasi untuk Sekolah Rakyat, mulai dari penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital bagi guru Sekolah Rakyat, hingga pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.
“Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” jelas Ismail.
Dengan dukungan tersebut, Komdigi berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi sekolah alternatif bagi masyarakat miskin, tetapi juga gerakan digital inklusif yang berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
