
Ilustrasi: WhatsApp di perangkat iPhone lawas. (Metro).
JawaPos.com - WhatsApp, aplikasi pesan instan paling populer di dunia, kini menghadirkan fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama 'Bantuan Penulisan'. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyesuaikan gaya bahasa dan nada komunikasi mereka secara instan.
Mulai dari pesan formal untuk urusan pekerjaan, ucapan penuh humor, kata-kata suportif, hingga sekadar variasi frasa agar pesan tidak terdengar monoton. Seperti dilansir dari Tech Crunch, Kamis (28/8), keunggulan utama dari fitur ini adalah privasi tetap terjaga.
WhatsApp menegaskan bahwa 'Bantuan Penulisan' berjalan melalui Meta AI Private Processing, sebuah teknologi yang memastikan saran penulisan ulang diproses tanpa Meta maupun WhatsApp membaca isi pesan asli pengguna. Dengan kata lain, pengguna bisa tetap menikmati percakapan pribadi tanpa khawatir isi chat mereka dikonsumsi oleh sistem.
Peluncuran ini juga sekaligus menjadi strategi WhatsApp untuk menahan pengguna agar tetap berada di dalam ekosistemnya, ketimbang beralih ke alat eksternal seperti ChatGPT untuk menulis atau menyusun pesan.
Dengan adanya 'Bantuan Penulisan', WhatsApp berusaha membuktikan bahwa AI bisa hadir langsung di aplikasi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.
Meski demikian, potensi pro dan kontra sulit dihindari. Sebagian orang akan menganggap fitur ini sangat berguna, terutama ketika harus menyusun pesan yang sopan, profesional, atau lebih rapi.
Namun, ada juga yang mungkin menolak karena merasa pesan buatan AI kehilangan keaslian percakapan pribadi, misalnya ketika berkomunikasi dengan keluarga atau sahabat dekat.
Untuk mencobanya, pengguna cukup mengetuk ikon pensil baru yang kini muncul saat mengetik pesan. Dari sana, WhatsApp akan menampilkan saran penulisan ulang dengan pilihan nada berbeda yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Dengan langkah ini, WhatsApp bukan hanya sekadar aplikasi chat, tapi perlahan menjadi asisten komunikasi pintar yang siap membantu pengguna menyampaikan pesan dengan gaya apa pun yang mereka inginkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
