Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 21.15 WIB

Momen Prabowo, Puan, dan Gibran Tampil Kompak Berbusana Adat saat Hadiri Perayaan HUT ke-80 RI di Istana

Presiden Prabowo bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda  mengenakan baju adat menghadiri upacara HUT ke-80 RI. (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda  mengenakan baju adat menghadiri upacara HUT ke-80 RI. (Istimewa)

JawaPos.com–Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar khidmat di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8). Momen ini menjadi pertemuan hangat antar para tokoh bangsa. 

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda berfoto dengan mengenakan busana adat dari bebagai daerah di Indonesia. Terdapat juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin.

Ketua DPR RI Puan Maharani hadir dengan mengenakan baju adat Minang bernuansa merah. Sementara, Presiden Prabowo yang mengenakan baju adat Demang dan Kain Ujung Serong khas Betawi. Turut hadir, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan pakaian adat Kerawang Gayo asal Aceh.

Dalam acara kenegaraan itu, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury didapuk sebagai komandan upacara. 

Upacara semakin semarak dengan atraksi budaya serta demonstrasi militer dari TNI-Polri, termasuk helikopter dan flypass delapan jet tempur F-16 di atas langit Istana Kepresidenan. 

Dalam kesempatan itu, Puan menekankan bahwa delapan dekade Indonesia merdeka harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat komitmen bersama menuju Indonesia Emas.

“Indonesia emas bukanlah mimpi semu, melainkan janji luhur yang kita perjuangkan bersama,” kata Puan.

Dia menegaskan, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan, melainkan harus benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna merdeka itu ketika isi dapur rakyat tidak lagi kosong, biaya sekolah anak tidak membuat orang tua berutang, hingga layanan kesehatan dapat diakses tanpa rasa khawatir,” ujar Puan.

Puan menilai, ukuran sejati dari kemerdekaan adalah sejauh mana negara hadir meringankan beban rakyatnya. Dia menyinggung tema HUT ke-80 RI, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, sebagai pengingat bahwa negara harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat difasilitasi secara merata.

Menurut dia, kemerdekaan sejati juga berarti petani dan nelayan memperoleh kepastian harga dan pasar, buruh mendapatkan upah layak serta lingkungan kerja aman, guru mendapat penghargaan, hingga UMKM serta pekerja informal memperoleh perlindungan yang memadai.

“Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan senantiasa menjadi landasan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, dan menjadi pelita harapan bagi hadirnya bangsa merdeka yang sejati,” ucap Puan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore