Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy
JawaPos.com - Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar oleh kelompok relawan Jokowi, sudah selesai digelar di 28 daerah dan 1 kali di luar negeri. Hasilnya sejumlah rekomendasi beberapa nama capres dan cawapres, yang diserahkan kepada Jokowi.
Menanggapi hal itu, politikus senior PKB Lukman Edy, melihat pelaksanaan dan pemberian rekomendasi nama-nama capres dan cawapres itu terlalu terburu-buru, sehingga terkesan mengabaikan proses yang dilakukan oleh partai politik.
"Kita dengar pidato Pak Jokowi, beliau menegaskan jangan grasa-grusu, jangan buru-buru. Karena sesuai konstitusi, prosesnya melalui parpol. Pak Jokowi sangat menghormati itu," ujar Lukman Edy melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (15/5).
Pesan Jokowi itu, kata Lukman merupakan sinyal bahwa apa yang dilakukan oleh Musra itu membuat tidak nyaman dirinya. Karena menurutnya, pada satu sisi Jokowi juga sudah merancang peralihan kekuasaan yang berkesinambungan.
"Pak Jokowi beberapa kali mengumpulkan para Ketum parpol, itu dalam rangka memastikan adanya kesinambungan kepemimpinan. Pak Jokowi sangat ingin suksesi berlangsung soft dan sesuai mekanisme, yakni melalui parpol. Ada kekuatiran dari Pak Jokowi, hasil Musra bisa menggangu apa yang saat ini telah beliau lakukan," sambung salah satu Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tersebut.
Lukman Edy juga menyoroti soal nama-nama yang menjadi rekomendasi Musra, khususnya pada posisi cawapres. Tersingkirnya nama Menteri BUMN Erick Thohir, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menjadi pertanyaan yang besar.
Begitu juga dengan munculnya nama Ketua KADIN Arsyad Rasyid, yang tiba-tiba saja mengapung padahal selama ini tidak pernah disebut-sebut oleh lembaga survey.
"Membingungkan dan mengagetkan, nama Erick tidak masuk. Padahal dalam survey manapun selalu masuk cawapres potensial. Dan jangan lupa posisi Erick sebagai salah satu 'Jokowi's men'. Rasanya sulit diterima akal, kalau nama-nama itu tidak menjadi pertimbanhan para relawan," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
