Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 03.22 WIB

Panglima TNI Kenang Sosok Fajar Adrianto: Selalu Senyum Meski Ada Masalah

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) .      (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) . (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8) sekira pukul 18.29 WIB. 

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan duka mendalam atas kepergian Fajar. Di mata sang Panglima, Fajar bukan sekadar rekan seangkatan, tetapi juga sosok penuh keteladanan dan keramahan.

Agus mengenang momen kebersamaannya dengan Fajar saat menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI tahun 2014-2015. Menurutnya, Fajar adalah pribadi yang selalu menebar senyum.

"Kita sekolah bareng waktu Sesko TNI (Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia), 2014-2015, mudah-mudahan amal baik beliau diterima oleh Allah Swt dan diterima di sisi-Nya," ujar Panglima TNI Agus.

Saat ditanya seperti apa sosok Fajar di matanya, Agus memberikan jawaban singkat namun penuh makna.

"Beliau itu senyum terus. Ada masalah senyum, selalu senyum. Mudah-mudahan terbaik untuk beliau," katanya.

Dikenang sebagai Mentor dan Sahabat
Sebelumnya, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna juga mengenang almarhum sebagai sosok inspiratif. Nanan menyebut Fajar sebagai mentor sekaligus sahabat dekatnya dalam dunia penerbangan olahraga.

“Beliau adalah instruktur kami di penerbang sport, dan beliau yang selalu menyemangati kami para penerbang sport untuk bersama-sama mengglorifikasikan nautika," ujarnya.

Menurut Nanan, semangat dan dedikasi Fajar dalam mengembangkan olahraga dirgantara tak pernah luntur. Bahkan, seminggu sebelum wafat, Fajar sempat mengajak Nanan terbang bersama di Bandung.

Kronologi Jatuhnya Pesawat FASI Yang Dikemudikan Fajar
Insiden tragis yang merenggut nyawa Marsma Fajar terjadi Minggu (3/8) di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor. Pesawat Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 yang dikemudikan Fajar jatuh saat latihan rutin.

Pesawat milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB. Namun sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat hilang kontak dan ditemukan jatuh di dekat TPU Astana, Desa Benteng.

“Namun, Marsma TNI Fajar Adriyanto dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.

Pesawat dinyatakan laik terbang dan mengantongi izin resmi dari Lanud Atang Sendjaja. Saat itu, Fajar bertugas sebagai pilot bersama co-pilot Roni.

Red Wolf yang Jaga Langit Indonesia
Marsma Fajar Adrianto bukan sosok biasa di TNI AU. Lulusan AAU 1992 ini dikenal sebagai penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”. Ia pernah menorehkan sejarah dalam dunia pertahanan Indonesia.

Salah satu momen ikoniknya adalah saat terlibat dalam intersepsi terhadap dua jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut AS di atas langit Bawean tahun 2003.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore