"Saya titip betul-betul, bangsa ini pernah terjadi pembelahan karena perbedaan pilihan," kata Ganjar dalam pidatonya dalam acara Halal Bihalal Relawan Jokowi di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).
Ganjar tak ingin ada perpecahan mssyarakat seperti Pilpres sebelumnya. Segala bentuk serangan yang berbau SARA harus dihindari.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Relawan Demokrasi (Foreder), Aidil Fitri mengatakan, sebagai relawan Jokowi pihaknya sepakat dengan Ganjar. Arus bawah dipastikan sudah siap melakukan pemenangan.
"Yang jelas kami akan rapatkan barisan, melakukan konsolidasi di semua provinsi untuk memenangkan Pak Ganjar Pranowo di Pilpres 2024," ujar Aidil Fitri.
Menurut Aidil, pesan yang disampaikan Ganjar sangat penting untuk menghadirkan kontestasi pilpres yang berkualitas, dengan mengedepankan ide, gagasan dan data. Foreder juga sejak awal tidak pernah ingin mengotori pesta demokrasi dengan politik identitas, hoax, intimidasi atau tindakan sejenisnya.
"Bagi kami, pernyataan Pak Ganjar merupakan ciri pemimpin yang demokratis dan tidak mau menghalalkan segala cara untuk memenangi Pilpres. Itu karena dia ingin bertarung ide, data dan gagasan membangun Indonesia," tandas Aidil.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi mengumumkan bahwa Ganjar Pranowo akan diusung sebagai capres untuk Pilpres 2024. Keputusan ini diambil setelah melalui banyak pertimbangan.
"Setelah selama ini memikirkan, melihat mencermati apa yang menjadi harapan rakyat, pada hari Kartini ini sekaligus sebagai tonggak perjuangan kaum perempuan Indonesia non diskirimitasi, setara dan dijamin negara, pada jam 13.45 dengan mengucapkan bismillahirahman nirrahim, menetapkan saudara Ganjar Pranowo yang sekarang Guberur Jawa Tengah, sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai capres dari PDIP," kata Mega di Istana Batu Tulis Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4).
Mega mengatakan, pemilihan Ganjar dilakukan melalui proses panjang. Terutama setelah diselenggarakannya Kongres Kelima PDIP yang memandatkan dirinya memiliki hak prerogratif untuk menetapkan capres dan cawapres.
"Saya gunakan akal, budi, pikiran, dan berdialog dengan tokoh bangsa termasuk Presiden Jokowi, maupun internal partai. Serta meminta petunjuk kepada Tuhan YangnMaha Esa, saya mencermati pendidikan politik dan kaderiaasi di PDIP mampu melahirkan begtu banyak pemimpin, mereka diberi tanggung jawab besar bagi rakyat, bangsa dan negara," ucapnya.