Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 21.11 WIB

Angka Kecelakaan Sepeda Motor Sangat Tinggi, Inovasi Teknologi Diperlukan Untuk Tingkatkan Keselamatan

Ilustrasi kecelakaan motor. (Istimewa) - Image

Ilustrasi kecelakaan motor. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengendara sepeda motor mencatatkan angka kecelakaan yang sangat tinggi di jalan raya. Oleh karena itu, upaya penekanan angka ini perlu dilakuka, sehingga korban jiwa tidak terus bertambah.

Pijar Foundation, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan program Road Safety Fellowship 2025: Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif. Acara ini menyusun regulasi yang baik untuk keselamatan berkendara.

Data dari Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri mencatat lonjakan signifikan kecelakaan kendaraan roda dua, meningkat lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir. Pada 2024, tercatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan yang mayoritas melibatkan roda dua. Korban jiwa yang tercatat mencapai 26.893 orang.

Ironisnya, mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif, khususnya rentang usia 15 hingga 24 tahun. Bila kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia berisiko kehilangan potensi demografi menuju 2045.

Inovasi teknologi kendaraan saat ini semakin pesat membawa banyak manfaat bagi kita semua. Antara lain dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, pengurangan emisi gas buang, dan juga sistem pengereman yang berdampak pada peningkatan keselamatan jalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Aan Suhanan, Selasa (22/7).

Aan menilai, kolaborasi perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Selain itu, perlu adaptasi teknologi untuk mendorong kebijakan keselamatan berkendara yang lebih progresif dan adaptif.

 

* Road Safety Fellowship 2025 dorong peraturan keselamatan roda dua. (Istimewa)

“Peluang dan tantangan dalam harmonisasi kebijakan keselamatan khususnya kendaraan roda dua berbasis teknologi dapat dibahas bersama, dan hasilnya dapat menjadi bahan pemerintah dalam perumusan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sehingga tingkat kecelakaan dapat ditekan melalui pemanfaatan teknologi secara bijak,” tambahnya.  

Senada dengan itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan, perlu memperkuat kapasitas dan membangun konsensus kebijakan untuk mendorong sistem keselamatan kendaraan roda dua. Dengan begitu, target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.

“Bonus demografi akan jadi sia-sia jika generasi produktif meninggal di jalan. Kecelakaan roda dua tak boleh lagi dianggap hal biasa. Tanpa regulasi yang tegas dan sistem keselamatan yang memadai, ini akan menjadi ancaman mematikan bagi masa depan bangsa,” ujar Taufiq.

Sementara itu, sebagai mitra penyelenggara, Pijar Foundation menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berbasis data dan riset dalam mewujudkan kebijakan keselamatan jalan yang progresif.

“Data menunjukkan ada tiga korban jiwa setiap jam akibat kecelakaan jalan. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peringatan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang kuat, Indonesia bisa kehilangan aset terpentingnya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Executive Director Pijar Foundation Cazadira F. Tamzil.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore