
Ilustrasi kecelakaan motor. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengendara sepeda motor mencatatkan angka kecelakaan yang sangat tinggi di jalan raya. Oleh karena itu, upaya penekanan angka ini perlu dilakuka, sehingga korban jiwa tidak terus bertambah.
Pijar Foundation, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan program Road Safety Fellowship 2025: Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif. Acara ini menyusun regulasi yang baik untuk keselamatan berkendara.
Data dari Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri mencatat lonjakan signifikan kecelakaan kendaraan roda dua, meningkat lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir. Pada 2024, tercatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan yang mayoritas melibatkan roda dua. Korban jiwa yang tercatat mencapai 26.893 orang.
Ironisnya, mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif, khususnya rentang usia 15 hingga 24 tahun. Bila kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia berisiko kehilangan potensi demografi menuju 2045.
“Inovasi teknologi kendaraan saat ini semakin pesat membawa banyak manfaat bagi kita semua. Antara lain dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, pengurangan emisi gas buang, dan juga sistem pengereman yang berdampak pada peningkatan keselamatan jalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI Aan Suhanan, Selasa (22/7).
Aan menilai, kolaborasi perlu dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Selain itu, perlu adaptasi teknologi untuk mendorong kebijakan keselamatan berkendara yang lebih progresif dan adaptif.
* Road Safety Fellowship 2025 dorong peraturan keselamatan roda dua. (Istimewa)
“Peluang dan tantangan dalam harmonisasi kebijakan keselamatan khususnya kendaraan roda dua berbasis teknologi dapat dibahas bersama, dan hasilnya dapat menjadi bahan pemerintah dalam perumusan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sehingga tingkat kecelakaan dapat ditekan melalui pemanfaatan teknologi secara bijak,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan, perlu memperkuat kapasitas dan membangun konsensus kebijakan untuk mendorong sistem keselamatan kendaraan roda dua. Dengan begitu, target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.
“Bonus demografi akan jadi sia-sia jika generasi produktif meninggal di jalan. Kecelakaan roda dua tak boleh lagi dianggap hal biasa. Tanpa regulasi yang tegas dan sistem keselamatan yang memadai, ini akan menjadi ancaman mematikan bagi masa depan bangsa,” ujar Taufiq.
Sementara itu, sebagai mitra penyelenggara, Pijar Foundation menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang berbasis data dan riset dalam mewujudkan kebijakan keselamatan jalan yang progresif.
“Data menunjukkan ada tiga korban jiwa setiap jam akibat kecelakaan jalan. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peringatan bahwa tanpa intervensi kebijakan yang kuat, Indonesia bisa kehilangan aset terpentingnya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Executive Director Pijar Foundation Cazadira F. Tamzil.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
