
Tim SAR gabungan mengevakuasi tiga jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya, Kamis (10/7/2025). (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga jenazah, yang diduga kuat penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, yang tenggelam di Selat Bali sepekan lalu.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan, tiga jenazah itu ditemukan terpisah. Jenazah pertama ditemukan pada Rabu sore (10/7) pukul 16.23 WIB di perairan Pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.
"Namun proses evakuasi cukup lama. Kami menghadapi kondisi cuaca tak bersahabat. Sekitar pukul 22.30 WIB, akhirnya jenazah berhasil dievakuasi ke Pantai Satelit Muncar," tutur Eko dalam keterangannya, Kamis (10/7).
Jenazah kedua dievakuasi keesokan harinya, tepatnya pada operasi pencarian hari kesembilan. Tim SAR mendapatkan informasi temuan jenazah di sekitar Pantai Plengkung, Banyuwangi, Kamis (10/7) pukul 04.00 WIB.
"SRU darat dari pihak Kepolisian setempat, dibantu warga sekitar kemudian bergegas menuju ke lokasi untuk mengevakuasinya," imbuh Eko yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi kali ini.
Jenazah ketiga ditemukan nelayan di perairan Pantai Perancak Bali sekitar pukul 03.00 WITA. Karena kendala cuaca, jenazah baru bisa dievakuasi ke darat melalui Pantai Pebuahan sekitar pukul 08.55 WIB.
"Semua jenazah yang ditemukan ini selanjutnya dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi - Biddokkes Polda Jawa Timur," terang Eko.
Dengan temuan ini, total korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditemukan berjumlah 45 orang. Dengan rincian 30 korban selamat dan 15 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jika merujuk pada data manifest KMP Tunu Pratama Jaya saat kejadian, kapal nahas tersebut membawa 65 orang. Terdiri 12 kru kapal dan 53 penumpang. Artinya, masih ada 20 korban yang masih dalam pencarian.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25.1569.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
