Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 21.42 WIB

Operasi SAR KMP Tunu Pratama Diperpanjang 3 Hari, 23 Korban Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga Jumat (11/7). (Basarnas Surabaya) - Image

Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga Jumat (11/7). (Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Tim SAR gabungan telah memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Selasa malam (8/7).

"Hari ini adalah hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR, atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan arahan atasan (pemerintah pusat) operasi pencarian kami perpanjang hingga tiga hari kedepan (hingga Jumat (11/7)," tutur Eko.

Ia yang sekaligus bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi ini menegaskan, perpanjangan Operasi SAR bukan tanpa alasan. Mengingat masih banyaknya korban yang belum dievakuasi.

“Atas dasar surat permohonan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Kepala KSOP Tanjung Wangi, Bupati Jembrana, dan demi kemanusiaan, kami memperpanjang jalannya operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya," imbuhnya.

Dengan keputusan ini, Eko selaku SMC meminta jajaran OSC dan SRU untuk melakukan assessment, termasuk penggelaran jumlah tim SAR gabungan yang ada agar operasi pencarian kedepan bisa lebih efektif dan efisien.

“Fokus kita mengevakuasi dan menindaklanjuti gambaran pemetaan bawah air yang dilakukan SRU laut dan tim hidrografi, serta mengambil langkah-langkah menyiapkan SRU underwater untuk menyiapkan dive plan," terang Eko.

Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. 

Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.

Hingga Rabu siang (9/7), tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 42 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 12 korban meninggal dunia. Sementara 23 orang lainnya masih dalam pencarian. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore