
Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga Jumat (11/7). (Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan telah memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis dini hari (3/7) lalu.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Selasa malam (8/7).
"Hari ini adalah hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR, atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan arahan atasan (pemerintah pusat) operasi pencarian kami perpanjang hingga tiga hari kedepan (hingga Jumat (11/7)," tutur Eko.
Ia yang sekaligus bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi ini menegaskan, perpanjangan Operasi SAR bukan tanpa alasan. Mengingat masih banyaknya korban yang belum dievakuasi.
“Atas dasar surat permohonan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Kepala KSOP Tanjung Wangi, Bupati Jembrana, dan demi kemanusiaan, kami memperpanjang jalannya operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya," imbuhnya.
Dengan keputusan ini, Eko selaku SMC meminta jajaran OSC dan SRU untuk melakukan assessment, termasuk penggelaran jumlah tim SAR gabungan yang ada agar operasi pencarian kedepan bisa lebih efektif dan efisien.
“Fokus kita mengevakuasi dan menindaklanjuti gambaran pemetaan bawah air yang dilakukan SRU laut dan tim hidrografi, serta mengambil langkah-langkah menyiapkan SRU underwater untuk menyiapkan dive plan," terang Eko.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Hingga Rabu siang (9/7), tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 42 orang, dengan rincian 30 korban selamat dan 12 korban meninggal dunia. Sementara 23 orang lainnya masih dalam pencarian. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
