
Jamaah haji kloter 33, Sri Wahyuningsih mengaku tidak tahu ada ancaman bom pada pesawat yang ia tumpangi. (Istimewa)
JawaPos.com - Makruf Namen, jamaah haji asal Bangsalsari Jember terheran- heran saat mendapati pesawat Saudia Airlines SV 5688 yang ia naiki bersama 375 jamaah haji lain dari Kloter 33 Debarkasi Surabaya mendarat sabtu (21/6) lalu.
Menurut perhitungannya, seharusnya penerbangan masih lama, sekitar 3 jam lagi baru mendarat di Bandara Juanda Sidoarjo.
Sang istri, Sati, 55, yang duduk di dekat jendela kemudian memberitahu bahwa ia melihat pesawat bergerak putar arah.
Belakangan, keduanya baru tahu kalau mereka mendarat lebih cepat karena pesawat itu mendapat ancaman bom, dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara.
"Nggak tahu sama sekali karena nggak ada pemberitahuan dari pramugari. Tiba-tiba saja mendarat, pikir saya kok cepat sekali sampai Bandara Juanda, ternyata bukan," tutur Namen kepada JawaPos.com.
Pria 60 tahun itu mengaku sempat panik saat diberi tahu sang istri bahwa pesawat mereka berputar arah dan bersiap mendarat.
"Pemberitahuan resmi tidak ada, tetapi ada yang bilang kesalahan teknis. Saya dan istri sedikit panik, pas di atas itu ya takut jatuh. Sekarang sudah lebih lega, alhamdulillah selamat," sambungnya.
Jamaah lainnya, Sri Wahyuningsih juga menceritakan pengalaman serupa. menurut dia, saat kejadian, tidak ada pemberitahuan dari maskapai kepada jamaah haji.
"Nggak ada pemberitahuan, tetapi buru-buru (pesawat) kita landing. Pas sampai di Bandara Kualanamu, saya dengar-dengar dari jamaah lain, katanya darurat. Saya juga gak tahu, ada apa (sebenarnya)," tutur Sri.
Jamaah asal Bondowoso itu baru mengetahui ada ancaman bom setelah ia tiba di hotel. Bukan dari petugas, melainkan dari pemberitaan media. Ia mengaku sempat khawatir. Apalagi, ini pengalaman keduanya naik pesawat.
"Ya iya lah, kalau di atas pesawat ya kita khawatir banget. Saya tahu itu setelah sampai di hotel, tetapi tidak dikasih tahu (petugas), tahu dari berita," tutur perempuan berusia 50 tahun tersebut.
Baik Makruf maupun Sri merupakan bagian dari 376 jamaah haji kloter 33 Debarkasi Surabaya. Pesawat Saudia Airlines SV 5688 rute Jeddah-Muscat- Surabaya, yang mereka tumpangi mendapat teror bom saat di udara.
Ancaman tersebut membuat pilot Saudia Airlines memutuskan untuk mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (21/6). Penerbangan mereka ke Bandara Juanda, Sidoarjo pun harus tertunda.
Setelah pemeriksaan panjang dan pesawat Saudia Airlines SV 56888 dipastikan aman dari bom, jamaah haji kloter 33 Debarkasi Surabaya diterbangkan lagi menuju Bandara Juanda pada Minggu (22/6) pukul 03.30 WIB.
Kini, seluruh jamaah haji kloter 33 Debarkasi Surabaya tiba dengan selamat di Asrama Haji Sukolilo pada Minggu (22/6) pukul 07.51 WIB.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
