
Ilustrasi: Bom
JawaPos.com - Pesawat Saudia Airlines yang mendarat darurat akibat ancaman bom masih dalam pemeriksaan. Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Whisnu Hermawan Februanto memastikan Tim Penjinak Bom Brimob Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan terhadap pesawat hingga pukul 14.30 WIB.
Irjen Whisnu menerangkan, terdapat sejumlah personel dari Tim Jibom Brimob Polda Sumut yang masih melakukan pemeriksaan. "Saat ini masih pemeriksaan," terangnya.
Bersamaan dengan pemeriksaan badan pesawat, petugas juga mendeteksi asal muasal ancaman bom yang diterima pilot Saudi Airlines. Termasuk apakah pemberi ancaman bom berasal dari Indonesia. "Ok (akan diinformasikan.red)," ujarnya.
Sebelumnya, pesawat Saudia Airlines dipaksa mendarat darurat di Bandara Kualanamu pasca ancaman bom yang berasal dari eksternal penumpang. Tim Jibom Brimob, Polda Sumut tengah melakukan assessment dan mendeteksi keberadaan bom di pesawat. Upaya mendeteksi bom kemungkinan membutuhkan waktu cukup lama karena badan pesawat yang cukup besar.
Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Ferry Walintukan menuturkan bahwa petugas Jibom Brimob Polda Sumut tengah bekerja untuk melakukan assessment keberadaan bom di pesawat. "Butuh waktu karena ini pesawat besar," paparnya.
Belum diketahui sampai kapan assessment dari tim Jibom tersebut akan selesai. "Belum tau, masih proses semua. Mungkin cukup lama," terangnya dihubungi Jawa Pos.
Terkait ancaman bom tersebut, dipastikan bukan candaan dari penumpang. Menurutnya, informasi ancaman bom itu berasal dari luar pesawat. Pilot yang mendapatkan informasi saat terbang. "Bukan ancaman bom candaan. Ini ancaman serius," tegasnya.
Karena ancaman bom tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menjalankan prosedur kontingensi dalam penanganan ancaman keamanan dan keselamatan terhadap pesawat Saudia SV-5726. Hal itu dilakukan untuk memprioritaskan keamanan penumpang dan pengguna jasa bandara.
PGS. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Anak Agung Ngurah Pranajaya mengatakan bahwa saat diketahui terdapat ancaman keamanan dan keselamatan, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat. “Seluruh bandara InJourney Airports siap menangani keadaan darurat keamanan atau emergency. Bandara terdekat saat Saudia SV-5726 melintas adalah Bandara Kualanamu.
"Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB untuk menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan," terangnya.
Di saat bersamaan, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) terdiri dari unsur Komite Keamanan Bandar Udara (Airport Security Committee) untuk memastikan prosedur Airport Contingency Plan berjalan baik dan sesuai ketentuan.
“Fokus utama setiap saat adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang dan juga pengguna jasa bandara,” ujar Anak Agung Ngurah Pranajaya. (idr)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
