Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 22.13 WIB

Viral Seorang HRD Mengaku Job Fair Digunakan Untuk Branding Dinas Terkait, Bukan Rekrut Karyawan

Sejumlah pencari kerja mencari informasi saat Jakarta Job Fair di GOR Cilandak Barat, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Sejumlah pencari kerja mencari informasi saat Jakarta Job Fair di GOR Cilandak Barat, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Beberapa waktu belakangan job fair memang menjadi primadona bagi banyak orang. Mereka rela berdesak-desakan mengantre demi mencari pekerjaan yang memang diincar dari salah satu perusahaan.

Bahkan saking banyaknya orang yang berkumpul mencari kerja, sejumlah pelamar kerja sampai pingsan. Hal itu sempat terjadi beberapa hari lalu di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Di tengah banyaknya animo anak-anak muda mencari pekerjaan lewat job fair, terungkap fakta memprihatikan bahwa job fair ternyata 90 persen perusahaan yang terlibat tidak sedang mencari pelamar kerja.

Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi di ajang job fair disebut sedang tidak membutuhkan karyawan. Mereka berpartisipasi di ajang job fair hanya formalitas belaka.

"Job fair itu omong kosong. Heran kok masih ada cari kerja offline sekarang. Cari kerja offline itu apa? Sekarang sudah online. Kalaupun offline, langsung ke perusahaan," kata salah seorang HRD dalam video di akun Instagram folkkonoha.

Lebih lanjut HRD itu mengatakan, ajang job fair justru dimanfaatkan oleh dinas terkait untuk pencitraan atau melakukan branding. "Job fair itu digunakan untuk branding kantor, kerja sama dengan dinas terkait. KPI orang kedinasan itu," tegasnya.

Dia tegas mengatakan bahwa orang-orang yang datang ke job fair untuk melamar kerja tidak akan direkrut sebagai karyawan oleh perusahaan yang berpartisipasi. 

"Itu orang yang datang ke job dair itu nggak akan diambil. Peserta yang datang ribuan. Jangan banyak berharap lah sama job fair," ungkapnya.

Menurut dia, job fair sebenarnya sudah tidak lagi digunakan perusahaan dalam merekrut karyawan. Kalaupun membutuhkan tenaga kerja, mereka biasanya memanfaatkan situs pencari kerja untuk mencari calon karyawan sesuai dengan standar kualifikas yang dibutuhkan.

"Tahun 2010 lah akhir masa job fair," akunya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore