
Pengamat haji dan umrah Ade Marfuddin. (Istimewa)
JawaPos.com - Tahun ini adalah periode terakhir penyelenggaraan haji di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Tahun berikutnya, haji akan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Haji.
Harusnya haji 2025 jadi perpisahan yang manis dengan Kemenag, tetapi tahun ini justru banyak pengaduan masalah jamaah terpisah rombongan.
Kasus pisah rombongan itu imbas dari kebijakan Kemenag menggunakan delapan syarikah atau perusahaan pelayanan haji di Arab Saudi. Tahun lalu Kemenag hanya menggunakan satu syarikah saja.
Dalam praktiknya banyak jamaah yang tergabung dalam satu kloter, tetapi menginduk ke beberapa syarikah. Bahkan menurut laporan, ada pasangan suami-istri terpisah rombongan gara-gara mereka menginduk ke syarikah yang berbeda.
Kemudian ada juga pendamping lansia yang terpisah. Bahkan terpisahnya beda hotel. Otomatis lansia yang seharusnya mendapatkan pendampingan yang melekat, jadi terpisah.
Kondisi ini disayangkan pengamat haji dan umrah Ade Marfudin. "Saya kira ini kurang keterbukaan. Kemudian juga kurang kecermatan," katanya saat dihubungi Rabu (14/5).
Ade mengatakan bagaimana bisa antara satu pasangan suami-istri menginduk pada syarikah yang berbeda. Sehingga berdampak pada hotel berbeda, rombongan berbeda, dan bisa jadi nanti tendanya juga berbeda saat di Arafah dan Mina.
"Tahun ini idealnya jadi perpisahan yang manis di Kemenag terkait pengelola haji. Tapi malah ada masalah," katanya.
Ade mengatakan, Kemenag harusnya mengetahui kebijakan bahwa pembagian syarikah begitu ketat. Sehingga dapat diatur jamaah dalam satu kloter harus menginduk ke syarikah yang sama. Sehingga tidak sampai terjadi pisah rombongan.
"Saya khawatir nanti pisahnya berlanjut sampai di Arafah atau di Mina," katanya. Jamaah akan kesulitan jika terpisah dari rombongannya. Apalagi sampai terpisah dari KBIHU tempat mereka bernaung.
Ade berharap Kemenag segera melakukan penataan atau lobi khusus dengan otoritas di Arab Saudi. Supaya kejadian pisah rombongan gara-gara berbeda syarikah bisa ditangani.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
