
Anggota DPR fraksi Gerindra Ahmad Dhani mengikuti rapat Paripurna DPR ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani, menyampaikan permintaan maaf kepada Marga Pono usai dinyatakan melanggar etik oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Permintaan maaf itu disampaikan setelah adanya laporan dari penyanyi Rayen Pono, terkait pernyataan Dhani yang memplesetkan marga Pono menjadi porno.
Dhani mengakui sebagai anggota dewan, ia harus menyesuaikan nilai-nilai yang diyakini secara pribadi dengan nilai-nilai yang berlaku di parlemen.
“Ya tentunya kan value nilai itu kan berbeda-beda, jadi karena saya menjadi anggota DPR MPR tentunya value harus di-adjust menjadi value daripada parlemen,” kata Dhani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5).
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan diksi dan norma mempengaruhi penilaian atas tindakannya. Menurutnya, pelaporan terhadap dirinya merupakan bagian dari dinamika penilaian publik yang tidak selalu sesuai dengan pemahamannya selama ini.
“Ya sebenarnya itu semua masalah menilai saja, kalau tidak ada yang ngelaporin ya nilainya tidak ada sebenernya sama aja, karena ada yang melaporkan ada nilai-nilai lain dari luar, value dari luar itulah,” jelasnya.
"Saya meminta maaf atas satu macam slip of the tongue, salah mengucapkan sehingga ada salah satu marga darah biru yang marah dan tidak terima," sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa selama hidupnya, tidak pernah merendahkan siapapun, termasuk mereka yang berasal dari marga manapun. Dhani menyatakan akan mengikuti semua proses hukum yang mungkin timbul dari kasus ini.
“Ya kalau pun ada peristiwa hukum ya dijalani saja peristiwa hukumnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan dan permintaan maaf kepada Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani. Sebab, Ahmad Dhani terbukti bersalah dan melanggar kode etik sebagai anggota legislator.
"Berdasarkan pertimbangan hukum dan etika MKD memutuskan bahwa Teradu Yang Terhormat Ahmad Dhani dengan nomor anggota A 119 dari Fraksi Partai Gerindra telah terbukti melanggar kode etik DPR RI dan diberikan sanksi ringan," kata Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam membacakan keputusan sidang, Rabu (7/5).
MKD DPR memutuskan Ahmad Dhani terbukti melanggar kode etik dewan. Sehingga, politikus Partai Gerindra itu dijatuhkan sanksi teguran lisan dan permintaan maaf kepada pengadu Rayen Pono.
"Menghukum Teradu dengan teguran lisan disertai kewajiban Teradu meminta maaf kepada Pengadu paling lama tujuh hari sejak keputusan ini," pungkasnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
