Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 01.45 WIB

Wamen PU Diana Kusumastuti: Pembangunan Nasional Fokus Dalam Empat Sektor Pada 2025

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti. (Kementerian PU). - Image

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti. (Kementerian PU).

JawaPos.com - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memaparkan fokus pembangunan nasional dalam pertemuan daring dengan Kantor Urusan Luar Negeri Kota Nantong, Tiongkok dan Konjen Indonesia di Shanghai, Kamis (17/4). Pembangunan nasional fokus dengan empat sektor pada 2025, yakni irigasi, fasilitas pendidikan dan pasar, jalan tol serta jembatan, sekaligus akses air bersih. 

Wamen Diana menjelaskan bahwa visi pembangunan jangka panjang Indonesia menuju “Indonesia Emas 2045” diterjemahkan melalui Asta Cita yang didukung oleh 17 program prioritas, 8 quick wins dan 320 rencana aksi. 

Diana menuturkan bahwa beberapa misi tersebut secara langsung selaras dengan peran Kementerian PU seperti menjamin ketahanan air, pangan, dan energi, memperluas pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia yang inklusif. "Serta, konektivitas wilayah perdesaan serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim,” terangnya.

Prioritas pembangunan infrastruktur nasional 2025, lanjutnya, difokuskan pada empat sektor utama yakni sumber daya air termasuk penguatan irigasi dan perlindungan pantai, jalan dan jembatan termasuk jalan tol dan flyover strategis, infrastruktur dasar di antaranya akses air bersih, sanitasi dan lingkungan permukiman, serta infrastruktur strategis seperti fasilitas pendidikan dan pasar rakyat. "Target pembangunan akan terus ditingkatkan pada tahun 2026 dengan skala dan jangkauan yang lebih luas," tegasnya. 

Kementerian PU juga mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 Tahun 2021 sebagai sarana mempercepat pembangunan infrastruktur melalui partisipasi swasta.  "Kementerian PU saat ini tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis melalui skema KPBU dengan total nilai mencapai lebih dari Rp160 triliun," terangnya.

Terdapat 10 proyek KPBU senilai Rp42,57 triliun di sektor sumber daya air dan energi, serta 5 proyek lainnya senilai Rp31,97 triliun yang mencakup sistem penyediaan air minum dan modernisasi irigasi. Selain itu, terdapat 8 proyek berskala besar senilai Rp87,92 triliun yang siap ditawarkan, mencakup pembangunan jalan tol, energi terbarukan, serta sistem air dan irigasi. "Seluruh proyek ini dirancang sebagai peluang investasi yang menjanjikan dengan skema transparan, berbagi risiko, dan berkelanjutan bagi mitra publik dan swasta,” tambah Wamen Diana.

Untuk mendukung iklim investasi, Indonesia terus menyederhanakan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan kebijakan perpajakan berbasis wilayah. Wamen Diana juga menegaskan bahwa keterlibatan investor asing diatur secara jelas melalui UU Jasa Konstruksi dan UU Cipta Kerja, termasuk melalui mekanisme International Competitive Bidding.

Wamen Diana mengapresiasi delegasi Pemerintah Kota Nantong atas ketertarikan dan keterlibatannya dalam menjajaki peluang kerja sama infrastruktur di Indonesia. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat konektivitas dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara,” Wamen Diana. (idr)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore