
Politikus PSI Guntur Romli di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).
JawaPos.com - PDI Perjuangan menyentil aktivitas sejumlah menteri Prabowo Subianto yang berkunjung ke rumah mantan Presiden Joko Widodo. Apalagi, beberapa di antaranya masih menyebut Jokowi sebagai bos.
Juru Bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengatakan, manuver sejumlah menteri tersebut tidak menciptakan 'matahari kembar'. Sebab secara de facto dan de jure presiden saat ini adalah Prabowo Subianto. Baginya, fenomena ini sebagai loyalitas ganda.
"Maka sikap menteri-menteri itu lebih menunjukkan pada loyalitas ganda," ujarnya
Oleh karenanya, Guntur menilai, mereka yang masih menganggap Jokowi adalah bosnya, tidak memiliki loyalitas 100 persen pada Presiden Prabowo Subianto. Masih kuatnya loyalitas sejumlah menteri pada Jokowi, diduganya karena masih ada utang budi.
"Bisa jadi karena merasa ada utang budi pada Jokowi, bisa jadi karena yang merekomendasikan mereka agar dipilih lagi menjadi menteri," jelasnya.
Fenomena loyalitas ganda, baginya bukan hal positif. Sebab membuka potensi intervensi dari pihak mantan penguasa untuk terus cawe-cawe dalam pemerintahan saat ini. Misalnya demi kepentingan dan keuntungan pihaknya sendiri.
Jika berlanjut, Guntur khawatir loyalitas ganda ini bisa menyebabkan 'gerhana matahari politik'. "Pemimpin yang sesungguhnya atau Sang Matahari bisa ditutupi oleh obyek lain, yakni mantan penguasa yang ingin terus cawe-cawe di orbit kekuasaan, seperti halnya terjadinya gerhana matahari karena ditutupi obyek lain (bulan)," tuturnya berilustrasi.
Pada ujungnya, fenomena loyalitas ganda ini berpotensi mengganggu efektivitas pemerintahan Prabowo. Padahal sedang menghadapi pelbagai tantangan dan persoalan baik di dalam dan dari luar negeri.
Sebelumnya, sejumlah menteri berkunjung ke Solo untuk menemui Joko Widodo dalam momen Lebaran 2025. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi menilai tidak ada persoalan terkait silaturahmi tersebut. Apalagi dilakukan di momen lebaran. "Silaturahmi-silahturahmi lebaran jangan dibumbui tafsiran politik," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
