
Sejumlah kendaraan pemudik saat antre menunggu Kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Lonjakan arus mudik Lebaran 2025 mencetak rekor baru. Volume kendaraan di Pelabuhan Merak melonjak drastis hingga 45.000 unit dalam dua hari terakhir, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 41.000 unit.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menuturkan, meski terjadi lonjakan oemudik dibandingkan tahun lalu, namun kepadatan ini bisa diatasi.
“Skenario yang telah kami rancang bersama pemerintah, Kementerian Perhubungan, Polda Banten, dan ASDP alhamdulillah berjalan sesuai rencana. Meskipun ada kenaikan jumlah kendaraan dari tahun sebelumnya, kami tetap dapat mengatasinya,” ujar Heru di Pelabuhan Merak, Sabtu (29/3).
Heru memaparkan, pada H-4 dan H-3 Lebaran tahun lalu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 41.000 unit. Namun, tahun ini jumlah tersebut melonjak menjadi 45.000 unit.
“Berdasarkan data, pada H-4 dan H-3 tahun lalu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 41.000 unit. Namun, tahun ini angka tersebut meningkat menjadi 45.000 unit. Meski terjadi kenaikan signifikan, skenario yang telah kami rancang terbukti efektif dalam mengurai kepadatan,” kata Heru.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto memastikan arus mudik di Pelabuhan Merak tetap terkendali meskipun mengalami lonjakan signifikan. Menurutnya, kelancaran ini merupakan hasil dari koordinasi intensif dengan berbagai pihak sejak jauh-jauh hari.
“Kami selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melakukan rapat sejak awal untuk mengantisipasi potensi permasalahan. Tujuannya agar mudik tahun ini lebih baik, tidak ada antrean yang terlalu ekstrem, sehingga masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman,” tegas Suyudi.
Berbagai strategi telah diterapkan guna mengurai kepadatan pemudik, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil-genap dan delay system untuk mencegah antrean panjang. Selain itu, kendaraan pemudik dibagi ke tiga pelabuhan besar guna memperlancar arus.
Pelabuhan Merak dikhususkan bagi kendaraan pribadi, bus, dan pejalan kaki. Sedangkan Pelabuhan Ciwandan dikhususkan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor dan truk kecil. Dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) disediakan untuk truk besar guna menghindari penumpukan di Merak.
Suyudi menilai sistem ini terbukti efektif mengurai kemacetan. “Saat pemudik memasuki jalan tol, kendaraan besar diarahkan keluar melalui Cilegon Timur menuju BBJ, sementara kendaraan roda dua diarahkan melalui jalur arteri ke Ciwandan. Penerapan delay system juga berhasil mencegah penumpukan di Pelabuhan Merak,” ungkap Suyudi.
Selain rekayasa lalu lintas, kebijakan baru terkait sistem tiket kapal juga berperan besar dalam memperlancar arus kendaraan.
Tahun ini, semua tiket diberlakukan secara reguler, menghilangkan sistem tiket eksekutif yang sebelumnya memicu penumpukan di dermaga tertentu. Kebijakan ini memastikan distribusi kendaraan lebih merata dan arus mudik lebih lancar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
