Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 18.48 WIB

RUU TNI Resmi jadi UU, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akui Pembahasannya Dipenuhi Perdebatan namun Konstruktif

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3). (Ridwan/Jawapos) - Image

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3). (Ridwan/Jawapos)

 
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa pembahasan RUU TNI antara Pemerintah dan DPR sebelulmnya telah berjalan secara maraton. Menurutnya, pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dipernuhi perdebatan yang konstruktif.
 
Pernyataan ini disampaikan Sjafrie Sjamsoeddin saat menyampaikan pendapat akhir pemerintah setelah DPR RI mengesahkan RUU TNI menjadi UU, dalam rapat paripurn di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3).
 
"Pembahasan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 34 tentang Tentara Nasional Indonesia antara Pemerintah dan Komisi I DPR RI berjalan dengan sangat maraton dan melalui pembahasan serta perdebatan yang konstruktif, namun penuh dengan keakraban dan persaudaraan," kata Sjafrie Sjamsoeddin.
 
Ia menekankan, pembahasan itu diperlukan guna menghasilkan RUU TNI ke arah lebih baik dan komprehensif. Ia pun menyebut, terdapat beberapa poin penting dalam RUU TNI.
 
 
Pertama, memperkuat kebijakan. Ia menuturkan, penting dalam modernisasi alutsista industri pertahanan dalam negeri untuk menopang kekuatan dan kemampuan TNI sebagai pengawal kedaulatan NKRI.
 
Kedua, memperjelas batasan dan mekanisme pelibatan TNI dalam tugas nonmiliter, harus meninggalkan tugas aktif atau pensiun. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan prajurit serta jaminan sosial bagi keluarga prajurit.
 
Keempat, menyesuaikan ketentuan terkait kepimpinan, jenjang karier, dan usia pensiun sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.
 
Sjafrie mengamini, TNI merupakan tentara rakyat dan tentara profesional. Namun,
seiring dengan perkembangan dinamika lingkungan strategis seperti perubahan geopolitik dan perkembangan teknologi militer global mengharuskan TNI untuk bertransformasi.
 
"Untuk mendukung geostrategi negara yang realistis guna menghadapi ancaman konvensional maupun nonkonvensional sebagai negara yang berdaulat," pungkasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore