Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 19.58 WIB

Menteri Perang AS Minta Masuk dan Melintas Indonesia, Menhan Sjafrie: Saya Lapor Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin (13/4) waktu setempat. (Kemhan)

JawaPos.com - Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi I DPR hari ini (19/5), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap cerita di balik pertemuannya dengan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Pentagon pada pertengahan bulan lalu.

Mulanya Sjafrie tidak kenal secara pribadi dengan Hegseth. Perkenalan terjadi saat mereka bertemu dalam forum ASEAN Defense Ministers Meeting Plus (ADMM Plus) pada 2025. Mereka bertemu atas ajakan Hegseth untuk melakukan pertemuan bilateral empat mata.

Dalam pertemuan tersebut, Hegseth menyampaikan kepada Sjafrie bahwa AS mendukung sikap Indonesia dalam menjalankan Defense Active. Menurut AS, Indonesia membangun kekuatan untuk mempertahankan diri, bukan untuk bersikap ofensif.

”Anda tidak ofensif, anda hanya jaga anda punya halaman dan rakyat, dan anda siap kalau diserang, siap untuk mempertahankan diri. Saya dukung. Itu yang disampaikan tersirat pada waktu itu kepada saya,” kata Sjafrie menirukan keterangan Hegseth.

Selain itu, Hegseth juga mengutarakan keinginan AS untuk masuk dan melintasi wilayah Indonesia untuk keperluan-keperluan tertentu yang bersifat mendesak. Namun, dia berjanji tetap mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia. Permintaan itu diajukan oleh Hegseth secara lisan.

”Jadi, saya jawab, pak menteri walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia,” imbuhnya.

Setelah pertemuan itu, pada Februari 2026 Hegseth mengirimkan special assistant menemui Sjafrie. Dia mengundang Sjafrie untuk bertemu secara langsung di Amerika. Dalam undangan tersebut, disampaikan bahwa salah satu yang akan dibahas adalah kemungkinan AS bisa masuk dan melintasi wilayah udara Indonesia.

”Special assistant-nya itu datang ketemu saya membawa surat dan membawa usulan bahwa kami ingin mengundang dan kami ingin membahas kemungkinan kita bisa melintas dari udara. Membahas, bukan memutuskan, belum. Kemudian dibahas lah tim itu,” ucap Sjafrie.

Dalam rapat bersama Komisi I DPR, Sjafrie tegas menyatakan bahwa dirinya enggan merespons informasi hoaks atau kabar burung yang tidak benar. Dia hanya menceritakan apa adanya terkait dengan pertemuan antara dirinya dengan Hegseth. Termasuk pertemuan di Pentagon pada Senin, 13 April 2026, lalu. Dia menyatakan bahwa yang terjadi adalah peningkatan kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent.

”Itu adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi, kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara, tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional,” tegasnya.

Menhan Sjafrie menekankan bahwa Indonesia punya prinsip mutual benefit dan mutual respect dalam melaksanakan kerja sama bidang pertahanan. Prinsip tersebut masuk dalam Letter of Intent yang ditandatangani bersama-sama di Pentagon. Dalam Letter of Intent tersebut, kedua negara sepakat menghormati integritas dan kedaulatan teritorial.

”Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedures kalau kita setuju. Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara. Ini sudah ada, dulu kita kalau latihan, kalau dia ada luka kita kembalikan,” imbuhnya.

Dengan tegas, Sjafrie memastikan bahwa pihaknya selalu mengedepankan kepentingan nasional Indonesia dalam menjalin hubungan dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain di dunia. Pihak juga memastikan negara mitra menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat dengan aturan dan ketentuan sesuai undang-undang (UU).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore