Kemendukbangga/BKKBN) Republik Indonesia, Wihaji saat menerima kunjungan kerja Gubernur NTT. (Kemendukbangga)
JawaPos.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Republik Indonesia, Wihaji, menerima kunjungan kerja Gubernur NTT beserta jajaran di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, Rabu (19/3).
Kunjungan ini membahas program Kemendukbangga/BKKBN yang dapat disinergikan dengan Pemerintah Provinsi NTT, terutama dalam bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah persoalan stunting dan tantangan kesejahteraan keluarga di NTT.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Wihaji menyoroti bonus demografi Indonesia, di mana 70,72% penduduk berada dalam usia produktif. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan utama adalah memastikan bahwa kelompok produktif ini mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Sebagai informasi, bonus demografi Indonesia mencapai 70,72%. Artinya, dalam 10 orang, ada sekitar 7 orang yang berada dalam usia produktif. Tantangannya, apakah mereka mendapatkan pekerjaan yang layak atau justru masih banyak yang belum terserap?” ujarnya.
Terkait kondisi di NTT, Menteri Wihaji mengungkapkan bahwa 331.000 keluarga masuk kategori Risiko Stunting (KRS) dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Selain itu, sebanyak 81.984 keluarga masuk kategori KRS desil 1, yang sebelumnya dikenal sebagai kelompok prasejahtera atau miskin ekstrem.
“Di NTT, ada 81 ribu keluarga yang belum memiliki jamban, sementara 157 ribu keluarga tidak memiliki akses sanitasi yang memadai. Selain itu, 103 ribu keluarga belum memiliki akses air minum layak,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Menteri Wihaji juga menyampaikan sambutan kepada Gubernur NTT beserta jajaran serta menjelaskan perubahan nomenklatur BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Perubahan ini mencerminkan peran lebih luas dalam pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas SDM di Indonesia.
Sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting, Kemendukbangga berkomitmen untuk mempercepat program-program intervensi guna mengatasi tantangan kesehatan dan kesejahteraan keluarga di berbagai daerah, termasuk NTT.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
