
Sejumlah prajurit melakukan gladi jelang HUT TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (01/10/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kelompok studi (think tank) yang terdiri atas para ahli dan jurnalis bidang strategis pertahanan di Indonesia, Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), merekomendasikan beberapa hal terkait dengan Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Revisi UU tersebut saat ini prosesnya tengah berlangsung dan menjadi sorotan publik. Khususnya terkait dengan Pasal 53 UU TNI.
Menurut ISDS, niatan pemerintah dan DPR memperpanjang masa dinas prajurit TNI berpotensi memunculkan masalah di kemudian hari.
Khususnya terkait dengan pembinaan karir keprajuritan yang beberapa tahun belakangan menjadi masalah serius di tubuh TNI. Penumpukan perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) nonjob tidak kunjung menemukan jalan keluar yang menyeluruh.
Karena itu, ISDS merekomendasikan beberapa hal. Mereka tidak setuju bila usia pensiun bagi pati TNI ditambah sebagaimana telah disampaikan oleh Panitia Kerja (Panja) Revisi UU TNI dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Menurut mereka, yang masih bisa dikaji dan dipertimbangkan adalah penambahan usia pensiun bagi tamtama.
ISDS juga merekomendasikan agar TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyiapkan mekanisme exit plan bagi para prajurit dan perwira TNI yang sudah purna tugas untuk berkarya secara maksimal sebagai purnawirawan.
”Misalnya, ketika seorang perwira tidak lulus tiga kali Sesko, dalam setahun dia harus pensiun dini,” tulis ISDS dalam Policy Paper yang terbit pada Senin (17/3).
Kemudian bila seorang pati TNI bintang satu dan bintang dua selama tiga tahun tidak mendapat job atau naik pangkat, ISDS merekomendasikan mereka pensiun lebih awal.
ISDS menyoroti Pasal 53 UU TNI lantaran dalam catatan mereka hingga 2023 lalu, setidaknya ada 120 perwira tinggi (pati) TNI yang nonjob. Kemudian tidak kurang dari 310 kolonel di TNI mengalami hal serupa.
Menurut ISDS, perpanjangan masa dinas di segala level kepangkatan TNI akan membuat bottleneck stagnasi karir perwira semakin parah.
"Dalam konteks ini, memperpanjang usia pensiun malah akan menimbulkan masalah di kemudian hari,” tulis ISDS dalam policy paper yang ditandatangani oleh Co-Founder ISDS Dwi Sasongko tersebut.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
