Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 02.36 WIB

Deddy Corbuzier Bela Revisi UU TNI yang Kontroversial, Netizen: Buzzer Mulai Dikerahkan

Tangkapan layar video viral Deddy Corbuzier terkesan membela revisi UU TNI yang kontroversial. (Instagram/@dc.kemhan).

JawaPos.com - Revisi Undang-undang TNI menuai kontoversi. Semakin panas karena revisi UU tersebut terkesan dipaksakan dan terdapat kepentingan yang ingin digoal-kan pihak-pihak tertentu.
 
Semakin mencurigakan kalau revisi UU TNI merupakan pesanan dan terdapat agenda politik tertentu adalah karena rapat kerja yang digelar anggota DPR RI baru-baru ini digelar tertutup. Rapat revisi UU TNI digelar di Hotel Fairmont Jakarta dan dilangsungkan di tempat tertutup, tanpa streaming dan dikawal aparat bersenjata.
 
Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama koalisi masyarakat sipil lainnya menggeruduk rapat panitia kerja (Panja) Komisi I DPR RI terkakit revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Sabtu (15/3) sore.
 
Mereka datang sambil membentangkan poster bernada kritis. Meski tidak lama, aksi tersebut sontak menarik perhatian masyarakat di dunia nyata, dan dunia Maya hingga memunculkan trending topik di X #TolakRUUTNI.
 
Kecaman datang dari masyarakat luas akan upaya melakukan revisi UU TNI yang tujuannya adalah memperbolehkan aparat TNI aktif duduk di kursi petinggi pemerintahan. Masyarakat menilai, upaya tersebut merupakan kemunduran dan gagalnya amanat Reformasi 98 yang telah dengan susah payah melengserkan rezim otoriter Soeharto yang militeristik.
 
Saat jutaan masyarakat menolak revisi UU TNI, artis, pesohor Tanah Air Deddy Corbuzier justru membela revisi UU TNI. Deddy Corbuzier yang punya nama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sundjojo itu tak lain adalah staf khusus Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga menyandang pangkat Letkol Tituler.
 
 
Deddy Corbuzier melalui akun Instagram @dc Kemhan membuat video seperti yang sudah viral sebelumnya. Dengan gestur wajah miring, berkacamata gelap dan dagu lancip yang ditonjolkan, Deddy Corbuzier dalam video tersebut merespons upaya KontraS yang masuk ke Hotel Fairmont Jakarta saat anggota DPR sedang rapat membahas revisi UU TNI.
 
Deddy Corbuzier dalam video yang hingga berita ini dibuat, telah dibagikan ulang di berbagai platform media sosial lainnya seperti di X dan telah ditonton ribuan kali menyebutkan kalau aksi KontraS adalah ilegal dan melanggar hukum lantaran menerobos masuk dan berteriak-teriak saat rapat yang disebut merupakan amanat konstitusi itu berlangsung.
 
"Hingga mencoba untuk menerobos masuk ruang rapat secara paksa. Sekali lagi ya, secara paksa. Dan bagi kami, gangguan yang terjadi sudah mengarah pada sebuah tindakan anarkis. Sebagai Kementerian Pertahanan, kami akan selalu menghargai, menghormati, dan mempertimbangkan segala macam bentuk kritik dan masukan dari manapun. Namun yang terjadi kemarin bukanlah sebuah bentuk kritik. Atau masukan yang membangun tapi merupakan tindakan ilegal dan melanggar hukum. Ilegal dan melanggar hukum yang mengancam proses demokrasi," kata Deddy Corbuzier dalam videonya.
 
Deddy Corbuzier dalam video tersebut juga terkesan membela revisi UU TNI dan mengesampingkan substansi rapat yang jelas-jelas memberikan jalan bagi kembalinya Dwifungsi TNI seperti saat Orde Baru lalu 
 
"Tapi gini, aku mau jelasin dulu bahwa rapat kemarin, itu adalah resmi dan konstitusional. Dan tidak lagi membahas hal-hal seperti Dwifungsi TNI. Bahkan bapak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin itu sudah menegaskan berkali-kali bahwa Dwifungsi TNI itu sudah dikubur sejak dulu, arwahnya sudah tidak ada, bahkan jasadnya pun sudah tidak ada. Dan rapat kemarin, juga dihadiri oleh fraksi DPR dengan lengkap, untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil, adalah suara rakyat," lanjut Deddy Corbuzier.
 
Dia juga menyebut lagi kalau rapat tersebut diganggu oleh orang-orang tidak dikenal dan bukan merupakan bentuk kritik, tapi mengarah pada kekerasan dan tindakan ilegal.
 
"Nah, sekali lagi kami ingin mengingatkan, mengganggu jalannya rapat secara konstitusional dan resmi yang mengarah pada kekerasan, bukanlah sebuah kritik membangun, tapi sebuah tindakan ilegal dan melanggar hukum sehingga tidak boleh lagi terulang di masa mendatang. Demokrasi harus dijalankan pasti dengan cara yang benar. Kritik, debat, dialog bahkan nyinyiran tapi kami tidak berharap dengan tindakan anarkis yang bisa bersifat provokatif. Jadi mari kita semua menghormati jalannya proses demokrasi. Dan percayalah bahwa Kementerian Pertahanan, akan selalu bersama masyarakat untuk menjaga kedaulatan NKRI," tandasnya.
 
Video tersebut mendapat banyak cibiran dari warganet. Sama seperti saat Deddy Corbuzier membuat video tentang makan bergizi gratis dan beberapa video lainnya yang membela pemerintahan, munculnya video tersebut seiring masyarakat yang menolak revisi UU TNI juga dianggap sebagai upaya kalau pemerintah mulai mengerahkan buzzer untuk menangkal isu-isu negatif terkait revisi UU TNI.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore