Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 11.05 WIB

Sorgum Dikukuhkan Sebagai Tanaman Ajaib, Bisa Jadi Pengganti Beras Hingga Sumber Bioetanol

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan) dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) memanen sorgum di Karawang (15/3). HUMAS KEMENHUT - Image

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan) dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) memanen sorgum di Karawang (15/3). HUMAS KEMENHUT

 
JawaPos.com - Pemerintah semakin gencar melakukan penanaman sorgum. Tanaman tersebut dinilai sebagai tanaman ajaib, karena fungsinya banyak. Tidak hanya untuk tanaman pangan alternatif pengganti beras. Tetapi juga menjadi sumber energi bioetanol. 
 
Salah satu sentra penanaman sorgum ada di Karawang. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan panen perdana sorghum di Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (15/3). Raja sepakat dan mengatakan bahwa sorghum merupakan pohon ajaib yang memiliki banyak manfaat.
 
Panen perdana sorghum itu merupakan binaan PKTHMTB-HKTI di Wilayah Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) Karawang. Dalam acara turut hadir Fadli Zon selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Menteri Kebudayaan. 
 
 
Dalam kesempatan itu Raja menyebut sorghum memiliki banyak manfaat. Sorghum sendiri dapat diolah menjadi beras, tepung, gula hingga pakan ternak. "Saya pernah ke NTT Kabupaten Kupang, panen sorguhm juga di NTT. Sorgun terkenal jadi jagung rote. Ini memang pohon ajaib dari ujung sampai akarnya bisa bermanfaat," ujar Raja.
 
Raja mengatakan sorgum bisa jadi pangan beras. Selain itu juga bisa jadi tepung. Atau diolah jadi roti basah atau kue kering. Bahkan sorgum bisa menjadi sumber energi biotanol dan jadi gula nira. "Selain itu juga bisa jadi pakan ternak yang luar biasa bagus, jauh lebih bagus dari jagung dan berasnya lebih sehat," sambungnya. 
 
Raja menilai perlu adanya klaster pangan dari perhutanan sosial. Menurutnya hal ini diperlukan untuk menekan biaya produksi agar petani mendapat untung yang lebih tinggi. Serta mewujudkan ketahanan pangan sesuai dengan tujuan Presiden Prabowo Subianto.
 
 
"Mungkin perlu dibuat semacam klaster pangan dari perhutanan sosial ini sehingga nilai perekonomiannya lebih baik. Sorgum baik, tapi kalau ditanam terpisah-pisah ongkosnya mahal dan apa yang didapat petani sedikit," katanya. Dengan sistem clustering yang baik Raja percaya ketahanan pangan dan energi yang dijanjikan Pak Prabowo dapat segera terwujud. 
 
Senada dengan Raja Juli, Ketua HKTI Fadli Zon mengatakan sorghum memiliki banyak manfaat. Ia menyebut sorghum merupakan tanaman tradisional yang ada sejak dulu. "Tentang keunggulan sorghum bagi kita ini mungkin tanamaan yang kita kurang perhatikan tapi sebenrnya luat biasa. Tanaman trdisional dan  lokal sudah ada sejak dulu," ujar Fadli Zon. 
 
Fadli Zon menilai sorghum bisa menambah penghasilan para petani. Sebab ia menyebut penanaman sorghum  dapat dilakukan dengan cara tumpang sari. "Sorgum bisa ditumpang sarikan dengan cabai jadi mungkin bisa menambah penghasilan petani. Ketahanana pangan adalah kunci kedaulatan bangsa dan Pak Prabowo sudah mulai dengan program prioritas makam bergizi gratis," tuturnya. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore