
Tazrikiyah, PMI asal Kp Ragas RT/RW 003/001 Desa Purwodadi, Kec. Lebak Wangi, Kab Serang, Provinsi Banten kritis. Saat ini Tazrikiyah ingin dipulangkan tapi tak ada uang. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara (F-BUMINU) SARBUMUSI Nahdlatu Ulama, Ali Nurdin mendesak agar pemerintah Indonesia segera menyelamatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Tasrikiyah Binti Sayuni Malik. Hal ini menyusul Tasrikiyah, yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Arab Saudi, berada dalam kondisi kritis setelah mengalami serangkaian kekerasan dan eksploitasi yang memilukan.
“Ini bukan lagi saatnya berpangku tangan. Pemerintah harus bertindak cepat untuk menyelamatkan Tasrikiyah,” tegas Ali Nurdin kepada JawaPos.com, Senin (10/3).
Menurut Ali, kasus kekerasan yang dialami Tazrikiyah, kerap juga dialami PMI lain. Oleh karena itu, pemerintah diminta serius membenahi sistem perekrutan hingga penempatan di negara tujuan.
“Sudah berulang adalah bukti nyata betapa sistem perlindungan PMI kita masih jauh dari memadai,” jelas Ali.
Nasib nahas kembali dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI). Terkini, seorang PMI bernama Tasrikiyah Binti Sayuni Malik, mengalami penderitaan di negeri orang. Tazkiriyah mengalami serangkaian kekerasan dan eksploitasi yang memilukan yang membuatkan dalam kondisi kritis.
Ihwal adanya kejadian yang dialami Tazrikiyah, awalnya dia dibawa oleh pihak penyalur (PL) bernama Ibu Yanah dan sponsor Ani/Nasrudin untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Riyadh, Arab Saudi. Adapun, proses pemberangkatan dilakukan melalui PT. Putra Timur Mandiri (PTM) di Jakarta, termasuk medical check-up dan pembuatan paspor.
Setelah serangkat proses selesai dilakukan, pada Agustus 2024, Tasrikiyah diterbangkan ke Riyadh dan dijemput oleh Syarikah Mahara (Perusaahaan penempatan PMI). Namun nahas, baru beberapa bulan bekerja di negeri orang, pahlawan devisa ini mengalami kekerasan yang memilukan.
“Selama dua bulan bekerja pada majikan pertama, Tasrikiyah mengalami intimidasi, pemotongan rambut paksa, penyiraman minyak tanah, dan dipaksa tidur di luar rumah,” terang Ketua Umum Federasi Buruh Migran Nusantara (F-BUMINU) SARBUMUSI Ali Nurdin, kepada JawaPos.com, Senin (10/3).
Atas berbagai kekerasan yang dialaminya, kondisi fisik Tasrikiyah menurut Ali semakin memburuk, hingga harus dirawat dengan infus atas biaya sendiri.
Setelah dipulangkan ke Syarikah Mahara, Tasrikiyah kata Ali, ditempatkan pada majikan kedua selama satu bulan, kemudian pada majikan ketiga selama tiga hari sebelum dikembalikan lagi karena sakit parah.
“Pada penempatan terakhir di Jeddah, majikan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan rontgen. Hasil rontgen menunjukkan adanya dua jarum yang tertancap di tubuhnya,” jelas Ali.
Rumah sakit katanya, menyatakan tidak mampu melakukan operasi, dan majikan mengembalikan Tasrikiyah ke Syarikah Mahara.
Saat ini, kata Ali, Tasrikiyah berada di kantor Syarikah Mahara dalam kondisi kritis. Pihak Syarikah Mahara meminta uang ganti rugi sebesar 5000 Riyal (Rp 20 juta) untuk memulangkannya ke Indonesia. Keluarga juga menuntut pembayaran gaji yang belum diterima sebesar 1500 Riyal.
Atas kejadian yang menimpa Tazrikiyah, Ali pun menuntut pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah konkret. “KBRI Riyadh harus segera memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada Tasrikiyah. Proses pemulangannya harus dilakukan tanpa syarat dan tanpa dikenakan biaya ganti rugi. Ini adalah tanggung jawab negara!” tegasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
