
JAGA JARAK: Pelaksanaan tawaf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Layanan visa umrah yang dibuka akhir Oktober lalu saat ini ditutup kembali. (DOKUMENTASI AMPHURRI)
JawaPos.com - Travel umrah di Indonesia kembali menghadapi persoalan serius. Pemicunya adalah penghentian layanan visa umrah oleh perusahaan penyelenggara umrah (muassasah). Padahal, pada bulan ini jemaah umrah sedang banyak-banyaknya.
Penghentian penerbitan visa umrah tersebut disampaikan Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Wawan Suhada. Dia mengatakan, informasi penghentian penerbitan visa umrah itu diterima kemarin (8/5).
’’Kami sangat menyayangkan kebijakan ini,’’ katanya. Sebab, sudah banyak travel umrah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang memesan tiket untuk jemaahnya. Wawan menjelaskan, di Indonesia tidak kurang dari 10 ribu jemaah yang sudah pesan tiket untuk umrah pada Syawal ini.
Dia berharap pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi dengan otoritas terkait di Arab Saudi agar visa umrah bisa kembali diterbitkan.
Menurut Wawan, setiap tahun Arab Saudi memang menutup penerbitan visa umrah mendekati musim haji seperti saat ini. Tetapi, penutupannya tidak pernah terjadi pada Syawal. Biasanya visa umrah benar-benar ditutup pada pertengahan Zulkaidah atau sebulan sebelum bulan haji (Zulhijah).
"Dengan penutupan visa umrah ini, otomatis umrah musim 1444 Hijriah sudah selesai," katanya. Visa umrah baru dikeluarkan nanti setelah selesai musim haji atau masuk tahun 1445 Hijriah.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebenarnya baru akan menghentikan penerbitan visa umrah mulai 14 Zulkaidah atau 3 Juni. Namun, sejumlah muassasah atau penyelenggara umrah di sana mulai menghentikan penerbitan visa umrah.
Alasannya, mereka ingin berfokus melayani penyelenggaraan haji yang semakin dekat. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan mengganti kelembagaan muassasah dari sebuah lembaga yayasan menjadi perusahaan. Secara aktif, mereka mendatangi negara-negara pengirim jemaah untuk menggaet jemaah sebanyak-banyaknya. (wan/c19/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
