
SIAP BERKOALISI: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seputar pilpres di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (24/4). Dia didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.
JawaPos.com – PDIP masih menggodok sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung mendampingi Ganjar Pranowo. Partai banteng itu juga berupaya menambah kekuatan untuk memenangkan Pilpres 2024.
Kemarin (24/4) PDIP menggelar rapat internal tertutup bersama jajaran pengurus yang dipimpin Puan Maharani. Sejumlah hal dibicarakan. Mulai persiapan pemilihan anggota legislatif hingga pemenangan pemilihan presiden (pilpres).
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto mengatakan, dengan modal 128 kursi DPR, secara administratif partainya punya kewenangan untuk mengusung calon sendiri. Hanya, PDIP memiliki kesadaran ideologi gotong royong dalam membangun bangsa.
Kerja sama politik juga dibutuhkan untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial. ”Jadi, kami membuka ruang kerja sama dengan partai politik lain,” ujarnya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin.
Hasto menegaskan, komunikasi dengan partai lain terus berjalan. Bahkan, dia mengklaim mulai mendapatkan hasil. Dia meyakini, dalam sepekan ke depan, ada partai politik yang deklarasi dukungan pada Ganjar. Hal itu bagian dari efek pergeseran bandul politik yang sejak awal sudah diprediksi Megawati pasca penetapan Ganjar. ”Nanti kita tunggu saja bahwa minggu-minggu ini akan muncul deklarasi dari parpol lain yang mendukung capres dari PDIP,” imbuhnya.
Meski masih menutup rapat nama partai yang dimaksud, Hasto memberi kode dengan menyebut nama PPP sebagai partai yang punya sejarah baik dengan PDIP. Bukan hanya sesama korban Orde Baru, melainkan juga kedekatan personal. ”Ada kedekatan antara Ibu Megawati Soekarnoputri dan tokoh-tokoh PPP seperti Bapak Hamzah Haz, almarhum Mbah Maimun,” terangnya.
Dalam berkoalisi, lanjut dia, aspek historis menjadi salah satu pijakan PDIP. Ada juga prinsip kesamaan ideologi, kesamaan platform, hingga komitmen menjalankan agenda-agenda strategis ke depan. ”Partai punya komitmen dalam melanjutkan kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi,” tegasnya.
Dia meyakini, peluang koalisi sangat terbuka. Paling tidak di sisi partai-partai pendukung pemerintah. Sebab, meski sudah ada koalisi seperti KIB dan KKIR, dia menilai belum ada yang konkret. ”Berbagai bentuk kerja sama itu kan belum dikonkretkan dalam bentuk penetapan siapa calon presidennya,” jelasnya.
Yang jelas, PDIP akan mencari kecocokan tanpa melakukan pemaksaan. ”Kami memulai dengan penghormatan sebesar-besarnya terhadap kedaulatan setiap partai,” jelasnya.
Kans merapatnya PPP dengan PDIP sendiri cukup terbuka. Sejak Senin hingga Selasa hari ini, PPP tengah menggelar rapat di Jogjakarta. Salah satu agendanya adalah merespons kondisi politik terbaru pasca penetapan Ganjar sebagai capres dari PDIP.
Bukan hanya PPP yang merapatkan kebijakan partainya dalam pilpres. Parpol-parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga akan melangsungkan pertemuan.
”Insya Allah, PAN, Golkar, PPP akan bertemu dalam Silaturahmi Lebaran pada Kamis, 27 April 2023 di Jakarta,” kata Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi.
Viva menjelaskan, selain silaturahmi Lebaran, diakuinya akan ada pembicaraan politik. Khususnya untuk mematangkan keputusan terkait pilpres.
”Ada agenda mematangkan dalam proses pengambilan keputusan menetapkan pasangan calon yang akan diusung,” imbuhnya. Seperti diketahui, meski KIB menjadi poros pertama yang dibentuk, koalisi itu belum menetapkan capres maupun cawapres.
Selain membahas KIB, lanjut dia, silaturahmi juga akan menindaklanjuti rencana pembentukan koalisi besar yang bakal menggabungkan KIB dengan koalisi kebangsaan bersama KKIR. Diakuinya, kans koalisi besar masih sangat relevan. Sebab, gabungan dua poros bakal menambah basis sosial dan konstituen. Sehingga paslon yang akan diusung memiliki potensi besar untuk memenangi pilpres. ”Selanjutnya akan diinfokan lebih detail dalam pertemuan nanti,” terangnya. (far/rud/wa/c6/oni)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
