
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Minggu (16/2). (ist)
JawaPos.com - Ada sekitar 40 pemateri yang akan dihadirkan dalam retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah. Pemateri ini terdiri atas para menteri hingga mantan presiden.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menjadi salah satu yang masuk list tersebut. Dia mengaku dijadwalkan mengisi materi pada Selasa, 25 Februari 2025.
"Semua menteri akan mengisi. Kepala BPS juga akan mengisi,” tuturnya ditemui seusai rapat soal data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) dengan BPS di Jakarta kemarin (18/2).
Menteri yang akrab disapa Cak Imin itu mengaku akan memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan tupoksi kementeriannya. "Menyangkut tugas pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya. Misalnya, mengenai DTSEN yang inpresnya baru saja ditandatangani pada awal Februari ini. Kepala daerah dinilai wajib tahu karena nantinya data tunggal itu berkaitan erat dengan penyaluran bansos hingga program pemberdayaan sosial lainnya. Termasuk mengenai tata cara updating data penerima dari usulan daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menjelaskan, selain Presiden Prabowo dan para menteri, ada juga pemateri dari jajaran pakar. Secara garis besar, lanjut dia, pembekalan terbagi dalam dua tema besar. Yakni, tema yang disiapkan Kemendagri berkaitan dengan pemerintahan dan tema dari Lembaga Ketahanan Nasional terkait kebangsaan.
Para menteri, lanjut dia, umumnya akan berbicara terkait program-program prioritas nasional. Misalnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara soal efisiensi. Lalu, kepala Badan Gizi Nasional menjelaskan tentang program makan bergizi gratis dan menteri pertanian akan berbicara mengenai target-target swasembada pangan.
Bima menegaskan, pemateri diupayakan yang terbaik. Dia mencontohkan, jangan sampai menteri tidak bisa hadir dan hanya diwakilkan pejabat eselon I kementerian. ”Kami mengatur, mengondisikan agar menteri-menteri itu tidak digantikan,” imbuhnya.
Terkait wacana mantan presiden ikut memberikan materi, Bima belum bisa memastikan. Saat ini pihaknya masih mengatur jadwal yang cocok dengan para pihak. Dia menegaskan, retret ini diselenggarakan lantaran para kepala daerah memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Mulai pengusaha, budayawan, kiai, hingga selebriti. Karena itu, tidak semua punya pemahaman politik pemerintahan. ”Ini wajib. Dulu kami, kepala daerah, juga begitu. Satu bulan di Lemhannas, dua minggu juga di Kemendagri,” katanya.
Selama retret, para peserta akan diberi pemahaman mengenai tugas pokok kepala daerah. Kemudian, pemahaman dan pendalaman tentang Asta Cita Presiden. Dengan begitu, mereka paham soal target-target pemerintah dan bisa bersinergi dengan baik. (mia/far/c19/oni)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
