
Potret Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Dok. BMKG)
JawaPos.com - Beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng) sudah terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Berdasar prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang memicu terjadinya banjir dan longsor di Jateng berpotensi terjadi sampai Februari. Untuk itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jateng.
Dikutip oleh JawaPos.com pada Rabu (29/1), Dwikorita menyampaikan bahwa puncak musim hujan terjadi pada Januari sampai Februari 2025 bisa memicu risiko bencana hidrometeorologi, termasuk diantaranya banjir, longsor, dan banjir rob di kawasan pesisir.
”Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan peningkatan kelembapan udara dan labilitas lokal yang tinggi, didukung aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya. Hal ini memicu pembentukan awan konvektif dan hujan lebat di wilayah Jawa Tengah,” ungkap Dwikorita.
BMKG memprediksi curah hujan kategori menengah hingga sangat tinggi atau di atas 500 milimeter terjadi di sebagian besar wilayah Jateng. Peringatan dini curah hujan tinggi telah dikeluarkan untuk beberapa daerah seperti Pemalang, Batang, dan Jepara.
Selain itu, potensi banjir rob di pesisir utara diperkirakan terjadi pada 31 Januari lusa. Tidak hanya curah hujan, gelombang laut dengan kategori sedang atau 1,25 meter-2,5 meter yang berpotensi terjadi di Laut Jawa dan Samudra Hindia juga diperkirakan dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan.
Dwikorita mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Beberapa langkah antisipasi yang direkomendasikan adalah menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor saat hujan, memastikan saluran drainase di sekitar lereng berfungsi optimal, serta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
”Jika melihat gejala seperti tanah retak, rembesan air, atau pohon yang tiba-tiba miring, segera laporkan ke aparat berwenang untuk langkah evakuasi,” imbuhnya.
BMKG bersama BPBD, dan pemerintah daerah terkait sudah melakukan survei lapangan dan sosialisasi ke lokasi rawan longsor yang berada di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali untuk antisipasi lebih lanjut potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
