Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 21.51 WIB

Boen Tek Bio, Kelenteng Tertua di Tangerang: Sejarah, Makna, dan Perayaan Imlek yang Memukau

Kelenteng Boen Tek Bio (dok.Khairunnisa Al-Araf/Jawapos.com)

 

JawaPos.com – Boen Tek Bio, kelenteng yang terletak di kawasan Pecinan, Kota Tangerang, bukan hanya sekadar tempat ibadah.

Sebagai kelenteng tertua di daerah ini, Boen Tek Bio menyimpan kisah panjang yang penuh makna, termasuk bagaimana ia merayakan Tahun Baru Imlek yang selalu memukau setiap tahunnya.

Di tengah kemajuan zaman, kelenteng ini tetap menjadi saksi bisu sejarah dan warisan budaya Tionghoa yang tak ternilai.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, pada Rabu (29/1), Kelenteng Boen Tek Bio memiliki peran penting dalam sejarah masyarakat Tionghoa di Tangerang.

Kelenteng ini dibangun oleh orang-orang Tionghoa yang dikenal sebagai “Cina Benteng,” yang datang ke daerah ini dengan membawa ajaran Konghucu. 

Mereka membangun permukiman dengan Bio (kelenteng) sebagai pusatnya. Boen Tek Bio menjadi kelenteng pertama yang didirikan, yang diikuti oleh tiga kelenteng lainnya di kawasan tersebut.

Menurut Sudemi dalam tesisnya berjudul Jejak Warisan Sejarah Agama Khonghucu pada Masyarakat Cina Benteng yang dikutip melalui laman Indonesia Kaya, Kelenteng Boen Tek Bio dibangun untuk menghormati Dewi Kwan Im, salah satu Dewa yang dihormati dalam ajaran Konghucu. 

Nama "Boen Tek Bio" sendiri berasal dari bahasa Hokkian, yang secara etimologi berarti tempat ibadah yang mengajarkan kebajikan dan intelektualitas bagi umat manusia. Kelenteng ini memiliki sejarah yang cukup panjang.

Masyarakat setempat meyakini bahwa kelenteng ini awalnya dibangun sekitar akhir abad ke-17 atau awal abad ke-18 sebagai rumah bambu. Seiring waktu, kelenteng ini mengalami beberapa kali renovasi. 

Renovasi besar-besaran dilakukan pada tahun 1844 dengan mendatangkan ahli bangunan dari Tiongkok untuk mengubah kelenteng yang awalnya berupa rumah menjadi bangunan megah yang terlihat seperti sekarang.

Bangunan lainnya kemudian dibangun pada tahun 1875 dan 1904, hingga menjadikan kelenteng ini sebagai salah satu situs bersejarah di Tangerang.

Melansir laman resmi Tangerangkota.co.id, Kelenteng Boen Tek Bio kini diakui sebagai salah satu cagar budaya Kota Tangerang, yang tak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Tionghoa di kawasan ini, tetapi juga simbol keberagaman budaya yang ada di Tangerang.

Di sekitar kelenteng ini, berdampingan dengan masjid dan gereja, tampak jelas toleransi dan keharmonisan antarumat beragama yang sudah terjalin sejak lama. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore