
Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyuntikan vaksin PMK di Kandang sapi warga di Kecamatan Bojongsari Kota Depok Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (Dok. Muhamad Ali/Jawa Pos)
JawaPos.com – Terjadi lonjakan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi di Desember 2024 lalu. Tercatat ada 858 ekor sapi mati akibat PMK dalam periode Desember 2024 sampai Januari 2025 ini. Sayangnya di lapangan masih banyak peternak yang enggan mengikuti program vaksinasi PMK untuk sapinya.
Perkembangan kasus PMK itu disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda. "Jumlah kasus PMK dari Desember 2024 sampai 23 Januari 2025 ada 28.725 ekor sapi," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian PMK di Jakarta pada Jumat (24/1) malam.
Agung mengatakan dari jumlah sapi yang terkena PMK itu, tercatat ada 858 ekor yang mati. Kasus PMK ini ditemukan di 18 provinsi di Indonesia. Kementan selalu mencatat kasus PMK secara rutin setiap harinya.
Menurut Agung memasuki penghujung Januari 2025 ini, sejatinya ada tren penurunan kasus PMK. Dibandingkan pada saat masa puncaknya di pekan ketiga Desember lalu. Meskipun begitu, Kementan akan melakukan vaksinasi PMK secara massal pada Februari dan Maret depan.
Total vaksin yang disiapkan sebanyak dua juta dosis yang murni menggunakan APBN Kementan. Selain itu juga didukung lewat APBD dari provinsi setempat. Bahkan vaksin PMK juga ikut disiapkan oleh peternak sapi skala industri atau perusahaan.
Agung mengungkapkan program vaksinasi PMK selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Diantaranya adalah masih ada peternak sapi yang tidak berkenan ikut program vaksinasi PMK. Padahal vaksin disiapkan secara gratis oleh pemerintah. "Takut terjadi apa-apa dengan sapinya. Jangankan pada hewan, waktu Covid-19 dulu, banyak orang takut divaksin," tuturnya.
Dia menegaskan vaksinasi adalah salah satu cara efektif menekan penularan PMK pada sapi. Vaksin yang digunakan aman. Pada 1990 silam, Indonesia pernah dinyatakan bebas dari penyakit PMK. Strateginya adalah dengan vaksinasi PMK secara massal dan dilakukan bertahun-tahun.
Agung mengungkapkan ada petani yang semula bersedia ikut vaksinasi PMK untuk sapinya. Tetapi setelah sapinya sehat dan gejala PMK hilang, tidak divaksin lagi. Padahal idealnya vaksinasi PMK dilakukan dua kali dalam setahun. Namun bagi sapi yang sudah sakit, harus disehatkan dahulu. Baru divaksin.
Sejatinya terkait harga vaksin tidak jadi persoalan. Harga vaksin PMK hanya sekitar Rp 17 ribu per dosis. Agung mengatakan harga vaksin itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan harga sapinya. Dia memperkirakan rata-rata harga sapi Rp 20 juta. Jadi mengeluarkan uang sendiri tidak sampai Rp 50 ribu untuk dua kali vaksinasi PMK setiap tahun, bukan biaya yang besar.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
