JawaPos.com - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku belum mengetahui siapa perwakilan PDIP yang diutus sebagai mediator untuk mematangkan rencana pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Menurutnya, Gerindra juga akan mengirim utusan atas seizin Prabowo jika sudah menerima utusan dari PDIP yang bertindak sebagai mediator tersebut.
"Akan ada perwakilannya nah itu kita akan menunggu dan saya sendiri belum kemudian mendapatkan pemberitahuan langsung dari Pak Prabowo. Tentunya kita akan sikapi semua dengan baik kan begitu," kata Dasco kepada wartawan, Rabu (15/1).
Dasco menekankan, rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo merupakan suatu yang baik.
"Sebenernya kan ini bukan sesuatu yang luar biasa. Inikan suatu yang baik-baik yang memang semestinya dilakukan, sehingga menurut saya kita akan tunggu semua yang hal baik yang akan terjadi dan berjalan," ucap Dasco.
Di sisi lain, Dasco menyebut unggahan video Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada akun media sosial Instagram pribadinya yang ikut menyertakan sosok Prabowo di dalamnya, tak serta merta harus diartikan sebagai sinyal PDIP bergabung ke koalisi pendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Ini bukan soal merapat dan bukan merapat," ujar Dasco.
Dasco menegaskan, unggahan video Puan yang menuliskan pesan persatuan bangsa di atas segala kepentingan merupakan modal yang diperlukan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.
"Semua semangat persatuan dan kesatuan itu kami pahami dan kami setuju, bahwa hal itu perlu dilakukan dalam rangka menghadapi situasi yang sedang tidak baik-baik saja di luar," pungkasnya.