Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Januari 2025 | 02.22 WIB

Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Bukan untuk Dikotomi Si Miskin dan Si Kaya

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dalam Konferensi Pers Rapat Penyelarasan Kebijakan Pengentasan Kemiskinan. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dalam Konferensi Pers Rapat Penyelarasan Kebijakan Pengentasan Kemiskinan. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah memunculkan wacana program sekolah rakyat (SR) untuk membantu masyarakat tidak mampu alias miskin dan miskin ekstrem. Kehadiran SR diklaim Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf tidak akan memunculkan dikotomi sekolah kaya dan miskin.

“Enggak, enggak,” ujar Saifullah Yusufditemui usai rapat koordinasi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin (13/1).

Menteri yang biasa disapa Gus Ipul itu memastikan tidak akan terjadi dikotomi sekolah si miskin dan si kaya. Untuk mengantisipasi itu, Pemerintah membuat sejumlah upaya. Di antaranya melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sehingga, nantinya ada integrasi-integrasi program dengan sekolah-sekolah umum lainnya. Termasuk, untuk guru dan kurikulum yang digunakan nantinya.

“Ya, sama sebenarnya dengan yang lain. Cuma nanti ini mereka seperti di boarding school, di pondok gitulah. Jadi sejak dini dibentuk karakternya, pola kerja samanya, empatinya, saling menghargai, saling tolong-menolong. Kebiasaan-kebiasaan yang baik itu dibentuk,” papar Gus Ipul.

Dia menilai hal ini perlu ditekankan lantaran seringkali kelompok masyarakat seperti ini tidak mendapat dukungan di rumah. Mereka kerap termarjinalkan dan tidak mendapatkan cukup dukungan di lingkungan sekolah umum. Sehingga, perlu sentuhan-sentuhan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini.

Saat ini, program yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto ini masih proses pengkajian. Kemensos yang diserahi tanggung jawab untuk membangun sekolah ini pun masih terus berkoordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kemendikdasmen, dan para ahli terkait program ini.

Sejauh ini, konsep yang sudah dapat dipastikan adalah sekolah ini gratis dan dimulai dari jenjang dasar dan menengah terlebih dahulu. “Ya, nanti kita pelajari mungkin apa mulai SD atau dimulai dari SMP dulu,” ungkapnya.

Sementara, mengenai lokasi pilot project, meski belum ada lokasi pasti, namun mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu memprediksi bakal dimulai di sekitar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Dia berharap nantinya Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggulan Garuda dapat diduplikasi ke depan. Dengan demikian, target generasi emas 2045 bisa tercapai. (mia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore