
Menko PMK Pratikno menerima kunjungan Country Representative UNFPA Hassan Mohtashami di kantor Kemenko PMK. (Kemenko PMK)
JawaPos.com–Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyambut positif dukungan dari United Nations Population Fund (UNFPA) untuk pembangunan kependudukan di Indonesia.
Pratikno mengapresiasi peran UNFPA yang selama ini konsisten mendukung program-program strategis di bidang kependudukan. Dia mengusulkan pembentukan sekretariat bersama untuk mengawal implementasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang melibatkan Kemendukbangga/BKKBN, Kemen PPN/Bappenas, dan berbagai pemangku kepentingan lain.
”Dukungan UNFPA sangat penting dalam mendukung program GDPK. Ke depan, Kemenko PMK akan berperan sebagai koordinator utama untuk memastikan kelancaran pembangunan kependudukan di Indonesia,” ujar Menteri Pratikno.
Pratikno menyimpulkan bahwa kerja sama antara UNFPA dan Indonesia perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung revisi GDPK. Diharapkan agar seluruh pihak dapat bersinergi dalam memanfaatkan momentum bonus demografi untuk kesejahteraan rakyat.
Dengan adanya pembaruan GDPK dan dukungan UNFPA, lanjut dia, pemerintah optimistis dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, produktif, dan berkualitas.
Sementara itu, Country Representative UNFPA Hassan Mohtashami optimistis terhadap masa depan kependudukan Indonesia. Pada 2035 akan menjadi momen penting dengan adanya bonus demografi yang didukung penurunan angka fertilitas total (Total Fertility Rate/TFR). Hal ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
”Penurunan TFR mencerminkan keberhasilan program keluarga berencana serta peningkatan akses layanan kesehatan reproduksi di Indonesia,” ujar Hassan.
Dia juga menilai bahwa TFR Indonesia masih berada dalam jalur yang sesuai jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Dalam rangka memanfaatkan potensi bonus demografi, UNFPA mengusulkan beberapa strategi, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda, serta memperkuat program keluarga berencana.
Saat ini, GDPK tengah dalam proses pembaruan KemendukBangga/BKKBN dan Kemen PPN/Bappenas. Revisi tersebut mencakup pendekatan National Transfer Account (NTA), sebuah metode yang menghitung aliran ekonomi antar kelompok umur secara sistematis. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan data dasar untuk mengelola transfer antargenerasi secara lebih komprehensif.
”Dengan menggunakan data NTA, kita dapat merancang kebijakan berbasis bukti untuk memaksimalkan bonus demografi melalui youth dividend, silver generation dividend, dan gender dividend,” jelas Hassan.
Dia menambahkan, peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga menjadi salah satu prioritas utama. Peran perempuan dinilai krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi di era bonus demografi.
Pratikno menegaskan, GDPK tidak hanya fokus pada aspek demografi, tetapi juga pada pembangunan keluarga yang sejahtera. Ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, UNFPA, dan lembaga lainnya dapat mempercepat pencapaian target GDPK.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dianggap sebagai kunci untuk mengoptimalkan program-program pembangunan kependudukan. Menko PMK mengingatkan bahwa bonus demografi hanya dapat dimanfaatkan jika sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kualitas yang baik.
UNFPA juga menyoroti pentingnya investasi dalam pendidikan, terutama untuk generasi muda, agar produktivitas tenaga kerja dapat meningkat secara signifikan. Pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas yang diusulkan untuk mempersiapkan SDM yang berdaya saing.
Hassan mengapresiasi langkah-langkah Indonesia dalam memperkuat program keluarga berencana, yang telah menjadi contoh baik bagi negara-negara lain. Dia juga menyarankan peningkatan kerja sama internasional untuk berbagi praktik terbaik dalam pembangunan kependudukan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
