JawaPos.com – Kemampuan terbang pilot Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) terus ditingkatkan. Salah satunya, rencana memberikan pendidikan spesialis terbang di atas pegunungan untuk meningkatkan potensi keberhasilan Operasi Damai Cartenz di Papua. Terbang di atas pegunungan memiliki kondisi yang jauh berbeda dibanding terbang di daratan biasa.
Kakorpolairud Irjen Pol M. Yassin Kosasih menuturkan, saat ini sudah ada sekolah terbang yang memiliki instruktur dengan spesialisasi terbang di atas pegunungan. Yakni, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI).
"Tadi dalam sambutan Direktur PPI menyebut instruktur sudah disekolahkan ke Amerika Serikat untuk spesialisasi tersebut," ujarnya dalam sambutannya di acara penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah sekolah penerbangan dan pelayaran di Indonesia yang digelar di Mako Korpolairud di Bandar Udara Pondok Cabe hari ini (3/12).
Tentu, spesialisasi terbang di atas pegunungan itu cocok sekali dengan kebutuhan dari Korpolairud karena terdapat Operasi Damai Cartenz di Papua. "Saya bilang cocok, tapi yang tidak cocok harganya (biaya sekolah.red)," candanya lantas disambut dengan tawa peserta.
Menurutnya, spesialisasi terbang di atas pegunungan itu penting. Sebab, karakter dan manuver terbang di atas pegunungan jauh berbeda dengan terbang biasa. "Terkadang membutuhkan terbang di antara bukit. Jelas berbeda sekali," urainya.
Walau begitu, pilot Korpolairud selama ini telah memiliki kompentensi tinggi dengan terlibat dalam menyukseskan berbagai operasi pengamanan, seperti acara internasional, operasi Damai Cartenz dan respons cepat bencana banjir di Sulawesi serta gunung meletus Nusa Tenggara Timur. Bahkan, kecelakaan besar di Jawa Tengah saat Nataru 2024-2025 pilot helikopter turun. "Atas dedikasi tersebut, Korpolairud menerima apresiasi dari Menteri Sosial," paparnya.
Saat ini, Korpolairud mengoperasikan 60 helikopter dan pesawat udara yang diawaki oleh lulusan institusi pelatihan ternama, termasuk di Amerika Serikat untuk pelatihan khusus.
"Kerja sama ini dengan sekolah penerbangan dan pelayaran ini memungkinkan kami mencetak personel unggul dan memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung keamanan serta kemanusiaan di seluruh Indonesia,” terangnya.
Sementara Direktur PPI Curug Megi Hudi Helmiadi menuturkan, spesialisasi terbang di atas pegunungan itu sangat penting dalam penerbangan. Karena dilatih untuk merespon berbagai kondisi di pegunungan. "Misalnya, terjadi kabut di pegunungan. Manuvernya berbeda dengan penerbangan biasa. Jadi keselamatan lebih terjamin," urainya.
Menurutnya, di Indonesia hanya ada sembilan pilot yang memiliki spesialisasi terbang di atas pegunungan. Delapan diantaranya merupakan instruktur pilot PPI."Kemampuan ini sangat terbatas di Indonesia," paparnya.