Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 21.49 WIB

Mabes Polri Pastikan Sidang Etik Kasus Dugaan Pemerasan Penonton DWP Asal Malaysia Berlangsung Pekan Ini

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Divhumas Polri)

JawaPos.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas (Divhumas) Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan, Polri terus memproses dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh personel Polri dalam helatan Djakarta Warehouse Project (DWP). Dia menyatakan bahwa hal itu sudah menjadi komitmen Polri. 

Karena itu, Mabes Polri melalui Divisi Propam mengambil alih penanganan kasus dugaan pemerasan terhadap penonton DWP asal Malaysia. ”Komitmen pimpinan dan Divisi Propam akan menindak tegas dan minggu ini akan dilakukan sidang etik,” kata jenderal bintang satu Polri tersebut. Menurut dia, proses dugaan pelanggaran etik itu dipastikan akan dilaksanakan secara terbuka. 

Tidak sendirian, Polri turut melibatkan pihak eksternal seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) agar prosesnya berjalan lebih akuntabel. ”Semuanya masih berproses secara berkesinambungan dan transparan bersama eksternal dari Kompolnas, sebagaimana sudah pernah disampaikan,” terang pejabat Polri yang pernah menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya itu. 

Bukan hanya kerja sama dengan Kompolnas, Polri melalui Atase Kepolisian di Malaysia juga membentuk desk khusus. Desk itu dibuat untuk menerima aduan dan laporan dari para penonton DWP yang diduga menjadi korban pemerasan oleh para polisi di Jakarta. ”Secara progresif dengan pembentukan desk melalui Atase Kepolisian pada negara Malaysia,” imbuh Trunoyudo. 

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkap jumlah korban dan kerugian atas kasus dugaan pemerasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dalam ajang Djakarta Warehouse Project (DWP) beberapa waktu lalu. Dia menyatakan bahwa jumlah korban sebanyak 45 WNA dengan total kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. 

”Dari hasil penyelidikan yang sudah kami lakukan, perlu kami luruskan bahwa korban Warga Negara Malaysia dari penyelidikan dan identifikasi kami secara scientific, kami temukan sebanyak 45 orang. Jadi, jangan sampai ada yang jumlahnya cukup spektakuler,” ungkap Abdul Karim. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore