
LANCAR: Foto udara sejumlah kendaraan melintas di gerbang tol Cikampek Utama di Karawang kemarin (28/12). (ANTARA FOTO)
JawaPos.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan kesiapan menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) di momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Berbagai pihak ikut dilibatkan untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan harga dan kelangkaan pasokan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, dirinya telah memantau harga dan pasokan bapok ke pasar maupun distributor di berbagai wilayah. Antara lain, di Manado, Medan, Surabaya, Malang, Jogjakarta, dan Bandung. Dalam waktu bersamaan, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag turut memantau distributor Minyakita dan mengawasi harga eceran tertinggi (HET)-nya ke berbagai wilayah.
Kemendag bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemda untuk rutin menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menyediakan bapok dengan harga terjangkau, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya merayakan Nataru. Kemendag juga rutin memantau harga bapok secara real time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harga di SP2KP diperbarui secara harian oleh kontributor dinas yang membidangi perdagangan di seluruh wilayah Indonesia.
SESUAI ANTREAN: Petugas memandu kendaraan keluar dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim, kemarin (28/12). (BUDI CANDRA/ANTARA FOTO)
Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyebutkan beberapa komoditas yang rawan mengalami lonjakan harga. Antara lain, beras, minyak goreng, gula, daging, bawang merah, dan bawang putih.
Meski demikian, Abdullah menyebutkan, belum ada bahan pangan pokok yang mengalami perubahan harga drastis menjelang Nataru. Dia bahkan yakin kenaikan harga tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, persiapan pemerintah dalam mengamankan pasokan relatif membaik. Hal lainnya terkait dengan isu menurunnya daya beli masyarakat luas. ”Kalau daya beli bagus, permintaan tinggi, maka gejolak itu akan terasa,” ujarnya.
Pada bagian lain, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menyiapkan para perusahaan pelat merah di masing-masing sektor untuk mengantisipasi periode Nataru.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kementeriannya akan mengawasi peran Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi. ”Sebagai ujung tombak ketahanan energi, kesiapan BUMN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan elpiji menjadi prioritas utama. Saya apresiasi Satgas Pertamina dalam kesiapan menghadapi hari besar keagamaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, melalui Pertamina Digital Hub yang beroperasi selama 24 jam, setiap hari perusahaan dapat memonitor pasokan energi kepada masyarakat. ”Petugas Pertamina juga siaga di lapangan untuk memastikan langsung pasokan energi, khususnya BBM dan elpiji bagi masyarakat agar tidak mengalami kendala,” tambah Tiko.
Untuk kelistrikan, PLN memperkirakan beban puncak Nataru ada di angka sekitar 39 gigawatt (gw). PLN telah mengantisipasi dengan menyiapkan daya pasok sekitar 53 gw.
Untuk masyarakat yang bermobilitas dengan mobil listrik, PLN telah menyediakan 3.069 unit SPKLU yang terdapat di 2.906 titik wilayah Indonesia. Di jalur Trans Jawa menuju Sumatera misalnya, kini tersedia 500 unit stasiun pengisian kendaraan listrik yang berada di 297 lokasi. (agf/c6/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
