Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2024 | 13.42 WIB

Kesaksian Sejumlah Mahasiswa Indonesia di Damaskus, Euforia Warga lewat Rentetan Tembakan di Jalanan

SAKSI MATA: Suasana di sekitar Asrama mahasiswa Universitas Bilad Asy Syam di Distrik Ruknuddin, Damaskus. (Muhammad Setia untuk Jawa Pos) - Image

SAKSI MATA: Suasana di sekitar Asrama mahasiswa Universitas Bilad Asy Syam di Distrik Ruknuddin, Damaskus. (Muhammad Setia untuk Jawa Pos)

Harga pangan sempat meroket saat kelompok oposisi akan menduduki Damaskus dan perkuliahan diliburkan ketika ibu kota Syria itu benar-benar jatuh. Sejumlah mahasiswa Indonesia memilih tak pulang ke Indonesia karena adanya jaminan keamanan dan stok makanan aman.

ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta

---

DESING peluru ramai terdengar. Tapi, yang terjadi pada dini hari itu bukan tembakan permusuhan. Justru sebaliknya: ekspresi kegembiraan.

”Sebagian besar warga lokal menyambut kedatangan pihak oposisi sampai turun ke jalanan ikut merayakan,” tutur Hammam Badruz, mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Universitas Bilad Asy Syam, Damaskus, Syria, yang dikontak Jawa Pos dari Jakarta kemarin (11/12).

Pada Minggu (8/12) dini hari itu, oposisi berhasil menduduki ibu kota Damaskus. Serangan itu juga memukul mundur mantan Presiden Syria Bashar Al Assad hingga akhirnya kabur ke Rusia.

Hammam pun menjadi salah satu saksi mata momen bersejarah itu. Momen jatuhnya rezim Assad yang memimpin Syria sejak 1970-an.

Suara tembakan terdengar di mana-mana sepanjang Minggu pagi itu. Semua foto Bashar Al Assad yang terpajang di area publik bahkan langsung diturunkan.

Saat itu Hammam tengah berada di asrama mahasiswa yang berada di Distrik Ruknuddin, Damaskus. Menurut dia, perebutan Damaskus terjadi begitu cepat.

MENGGELIAT LAGI: Pasar Suq Jumuah, Damaskus yang situasinya kembali normal (10/12) beberapa hari setelah rezim berkuasa tumbang. (Hammam Badruz untuk Jawa Pos)

Sebelum subuh, kelompok oposisi sudah mendeklarasikan penaklukan kota tersebut dengan adanya konvoi di jalanan yang diikuti warga lokal.

”Mereka mengumandangkan takbir di masjid-masjid, di jalanan, seperti mereka sudah merdeka dan bebas dari penjara yang besar,” katanya menirukan seorang warga lokal.

Kembali Normal

Sehari kemudian (9/12), semua kegiatan di luar ruangan kembali seperti biasa. Toko-toko mulai buka, pasar ramai lagi, dan angkutan umum kembali beroperasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore