Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 15.59 WIB

Populasi Banteng Jawa Makin Menurun dan Terancam Punah setelah Gunung Galunggung Meletus 1982

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membelakangi Banteng Jawa saat pelepasliaran di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (11/12). (Foto: Humas Kemenhut) - Image

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membelakangi Banteng Jawa saat pelepasliaran di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (11/12). (Foto: Humas Kemenhut)

JawaPos.com - Pemerintah berupaya melindungi hewan-hewan yang masuk kategori terancam punah (endangered), salah satunya adalah Banteng Jawa (Bos javanicus).

Secara khusus Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan reintroduksi atau pelepasliaran empat ekor Banteng Jawa di Pangandaran pada Rabu (11/12). Pada momen tersebut, Raja Antoni juga melakukan pelepasliaran Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus).

"Kita dapat reintroduksi kembali banteng yang merupakan salah satu spesies yang termasuk endangered, yang sudah tercatat sebagai spesies yang terancam punah," ujar Sekjen PSI itu dalam keterangannya Rabu (11/12).

Dia mengatakan, dua pasang atau empat ekor banteng direintroduksi di Padang Rumput Cikamal TWA Cagar Alam Pananjung. Keempat banteng jawa itu berasal dari Taman Safari Indonesia, Prigen, dan Bali.

Menhut Raja Antoni mengatakan populasi banteng jawa mengalami proses penurunan jumlah yang signifikan setelah Gunung Galunggung meletus pada 1982.

"Dan akhirnya sekitar tahun 70-an tercatat sekitar 60-70 banteng, dan akhirnya pada 2023 kita tidak lagi menemui banteng di area yang sangat indah ini," katanya.

Raja Antoni mengatakan reintroduksi dilakukan untuk menjaga populasi banteng. Dia juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama dari berbagai pihak untuk menjaga hutan dan melindungi satwa Indonesia dari kepunahan.

Program reintroduksi ini bermaksud untuk menjaga populasi banteng. Karena merupakan sebuah spesies yang unik dan dapat dikembangkan kembali, terutama di Pangandaran. "Tentu terima kasih pada teman-teman dari Taman Safari Indonesia, dan teman-teman Yayasan Badak Indonesia, yang telah melakukan kerja sama yang baik," jelas dia.

Kontribusi dan kerja sama dengan civil society dan NGO dari LSM, dari masyarakat sipil, termasuk petani, masyarakat di sekitar hutan menjadi salah satu kunci keberhasilan kita untuk menjaga hutan kita agar tetap lestari. Termasuk hewan-hewan yang memiliki populasi terancam punah. Sehingga diharapkan ke depan populasinya bisa semakin bertambah.

Selain Banteng Jawa, Raja Antoni juga melakukan pelepasliaran 2 ekor Elang Brontok dan 2 ekor Landak Jawa. Menhut Raja Juli juga melakukan peresmian Pusat Reintroduksi Banteng Jawa, serta penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat kepada beberapa kelompok masyarakat tani di sekitar CA Pananjung, Pangandaran.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore