JawaPos.com - PW GP Ansor DKI Jakarta mengkritisi adanya standar ganda yang diterapkan tokoh masyarakat Rizieq Shihab dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI nomor urut 1 Suswono.
Padahal, Rizieq Shihab merupakan orang yang paling vokal meminta eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera diproses hukum terkait penistaan agama beberapa tahun lalu.
Sekretaris PW GP Ansor DKI Sulton mengaku menghormati penyataan sikap dari Rizieq Shihab terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Suswono.
"Soal pernyataan Rizieq Sihab. Kami hormati. Kami takzim. Ajaran guru guru kami adalah rahmatan lil-alawiyyin," ujar Sulton kepada JawaPos.com, Selasa (5/11).
Namun begitu, lanjut Sulton, jangan sampai ada standar ganda dalam melihat kasus penistaan agama.
"Tapi jangan juga punya standar ganda. Punya sikap yang berbeda dalam kasus yang kami duga penistaan ini," sambungnya.
Sulton pun mempertanyakan apa hubungan Rizieq Shihab dengan PKS hingga 'pasang badan' membela Suswono.
“Ada apa dengan Rizieq dan PKS? Kami jadi bertanya tanya," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaskan aksi reuni 411 digelar di patung kuda Monas, Senin (4/11/2024) beragendakan menuntut adili Jokowi dan tangkap pemilik akun Fufufafa.
Ia mengingatkan agar aksi ini tidak ditunggangi oleh kepentingan politik untuk menyerang calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Suswono.
"Warning, waspada, aksi 411 jangan sampai ditunggangi kelompok merah pendukung Ahok untuk serang Cawagub Jakarta Suswono dan PKS," ujar Habib Rizieq Shihab dalam suratnya, yang dibacakan menantunya, Habib Muhammad bin Husein Alatas di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (4/11).
Habib Rizieq menilai apa yang dilakukan Suswono tidak bisa disamakan dengan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat Pilkada Jakarta 2017 silam.
Sebagaimana diketahui, Suswono sebelumnya melontarkan candaan mengenai janda kaya menikahi pemuda pengangguran dengan mencontohkan Siti Khadijah ke Nabi Muhammad. Rizieq mengungkapkan beberapa perbedaan yang dilakukan Cawagub Suswono dengan Ahok.
"Ahok tidak pernah mengaku salah, bahkan mengancam karena dilindungi dan dibela oleh rezim Jokowi, saat sudah terdesak habis di demo berjilid-jilid baru dia minta maaf. Itu pun dengan bahasa bias kalo dianggap salah. Kalau Suswono langsung mengaku salah dan minta maaf," ucapnya.
Selain itu, Habib Rizieq menyebut bahwa Ahok telah berulang kali melakukan penistaan sejak menjadi Bupati Belitung Timur. Sedangkan di kasus Suswono, ia menganggap politikus PKS itu hanya terpeleset lidah saja.
"Sedang Suswono baru sekali, itupun dengan tidak sengaja. Hanya terpeleset lisan dan langsung istighfar, mengaku salah, serta minta maaf. Bahkan berterima kasih kepada para habaib dan ulama yang menegurnya, alhamdulillah," imbuh Rizieq.