
Acara Talkshow UMKM Go Internasional menghdirkan Redha Taufik Ardias, Owner dari Sila Tea pada rangkaian acara ISEF 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/11). (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dengan penduduk muslim sebagai mayoritas, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama industri halal dunia. Dalam mewujudkan hal tersebut, pemerintah Indonesia berupaya mendukung pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas hingga menembus pasar global.
Salah satu pelaku UMKM yang berhasil berkembang dan mampu mengakses pasar global adalah Redha Taufik Ardias, Owner dari Sila Tea. Pelopor Teh Artisan Indonesia ini hadir sejak tahun 2018 dengan misi mengangkat citra produk agri Indonesia untuk kesejahteraan insan petani, “consumer wellness”, dan kelestarian alam Nusantara.
Melalui inovasi dan edukasi, Sila secara khusus memproduksi memasyarakatkan hanya teh Indonesia “Artisan Quality”, yaitu kualitas terbaik dan teratas, ditambah racikan teh dengan bahan rempah dan herbal yang sepenuhnya alami.
Menjadi bagian dari UMKM Binaan Bank Indonesia (BI), Redha bercerita mendapatkan banyak manfaat serta berkesempatan untuk mengakses ke pasar global. Melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA), Redha memulai petualangan kewirausahaannya dengan mengikuti kelas mentoring.
"Awalnya kita dikurasi dulu untuk melihat bagaimana kita siap atau nggak secara mental, secara mindset, planningnya seperti apa. Lalu didampingi dalam proses feedback, diberikan feedback tentang ini yang kurang, ini yang harusnya dipertahankan, ini yang harusnya dikejar, tujuannya seperti apa," ucap Redha kepada Jawapos.com usai acara Talkshow UMKM Go Internasional Bersama IKRA, pada rangkaian acara ISEF 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/11).
Tak berhenti di situ, Redha menambahkan, BI kembali mendukung promosi produknya hingga ke luar negeri. "Dalam event pameran, pameran lokal, nasional maupun internasional. Saya dibiayai BI ke Las Vegas waktu itu. Full. Kita jualan, kita mencari calon buyer," tambahnya.
Acara Talkshow UMKM Go Internasional menghdirkan Redha Taufik Ardias, Owner dari Sila Tea pada rangkaian acara ISEF 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/11). (Foto: Dimas Choirul/JawaPos.com)
Hingga kini, Redha mengaku produk Sila Tea miliknya masih terus gencar mengikuti pameran-pameran Internasional hingga memenuhi permintaan pelanggan luar negeri. Terbaru, dirinya diminta untuk hadir di acara Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Petanian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Nah Sila slowly goes worldwide dengan ke Malaysia, Turki, UAE, Amerika, Kanada, Inggris, Australia, dan Perancis. Walaupun ini jangan langsung liat kita gede ya, skalanya masih kecil-kecil. Biasanya masih hand carry, paling besar paling 20 kilo. 50 kilo ada, tapi satu waktu dan ini repeatable-nya yang senang kita bangun juga," akunya.
Atas pencapaiannya ini, Redha mengucap banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan hingga berhasil mengakses pasar global.
Kepada para pelaku UMKM, Ia berpesan untuk terus berproses dan jangan pernah berhenti melangkah. "Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi juga buat UMKM Indonesia lainnya, bahwa memang mental, mindset kita dan kesiapan kita untuk maju, itu dibutuhkan juga," ucapnya.
"Jadi nggak bisa kita hanya berharap disuapin aja, tapi kita juga harus kejar, kita harus siap, kita harus kejar," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
