
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding dan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad. (Istimewa)
JawaPoa.com - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melakukan kunjungan ke kantor Baznas RI di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Kunjungannya ke Baznas untuk menjalin kerjasama menangani pekerja migran Indonesia.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulisnya mengatakan setelah berdiskusi terdapat banyak titik temu antara Bazis dan Kementerian P2MI. "Kemungkinan kita akan bekerjasama di bidang lokasi atau pendidikan, serta pelatihan, " kata Kading.
Kading menyebut, Baznas memiliki buang yang cukup besar untuk membantu Kemen P2MI dalam mengatasi berbagai masalah yang dialami oleh para pekerja migran yang pulang ke Indonesia. "Beliau (Baznas) punya uang sekitar 31 triliun di tahun ini. Kami juga minta tolong kepada beliau agar sebagian anggaran itu bisa dikerjasamakan untuk pemberdayaan pekerja migran Indonesia, " terangnya.
Tak sampai di situ, bersama Baznas, Kemen P2MI juga merencanakan program bedah rumah dan membuat Kampung Khusus pekerja migran. Menurutnya, pekerja migran yang pulang Indonesia memiliki masalah. Baik masalah keluarga, ekonomi dan lainnya. Untuk itu kerjasama ini sangat dibutuhkan.
"Kita akan buat satu kampung yang khusus model-model pemberdayaan yang kira-kira mudah-mudahan bisa sukses ke depan ini untuk melindungi dan menjaga pekerja kita yang pulang dari sana itu biasanya juga masih banyak masalah, " tuturnya.
Dikatakan Kading, terkait kampung khusus pekerja migran ini masih sementara. Setelah terjadi kesepakatan bersama baru kampung tersebut dapat terealisasikan. "(Kampung pekerja migran) Kalau enggak di Indramayu ya di NTB bisa atau mungkin di Kampung Nelayan, " ujarnya.
Sementara, Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menambahkan pihaknya telah memikirkan bagaimana melindungi pekerja-pekerjaan migran terutama dari aspek Baznas. "Kita punya otoritas membuka UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di luar negeri. Kami juga punya otoritas untuk penyaluran zakat infaq dan sedekah, " tuturnya.
Noor menyebut beberapa hari sebelumya begitu banyak mereka yang minta bantuan terutama mereka yang akan pulang. Bahkan adapula yang akan dihukum mati. "Jadi banyak sekali persoalan-persoalan yang kebetulan proposalnya masuk kepada kami. Saya harap Kementerian perlindungan pekerjaan ini bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini banyak dialami oleh para pekerja, " tutupnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
